Aksi remaja ini viral di media sosial
BRALINGNEWS- Identitas remaja putri yang nekat membuka bajunya hingga menyisakan bra dan celana panjang saat membangunkan sahur di jalan (sahur on the road) Kota Tanjung, Kabupaten Berau Kalimantan Timur akhirnya terungkap.
Hal ini setelah polisi bergerak cepat usai melihat aksi remaja putri dan teman-temanya yag setengah telanjang saat membangunkan sahur viral di media sosial.
Polisi akhirnya mengamankan dua remaja yang berbuat tidak senonoh saat membangunkan sahur di jalan itu pada Senin, (13/5/2019).
Kedua remaja tersebut berinsial Nd dan Ad. Nd, adalah remaja putri yang melakukan aksi membuka pakaian.
Pakaian yang menempel pada remaja putri ini hanya celana panjang dan bra. Nd membuka pakaian saat berboncengan dengan teman prianya si Ad.
Nd dan Ad membuka pakaian tersebut dan berkeliling Kota Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Hal ini pun sempat terekam video dan disebarluaskan hingga ke media sosial.
Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Agus Arif Wijayanto secara tegas menyatakan, kedua remaja yang melakukan aksi membuka pakaian tersebut diperiksa berdasarkan bukti video.
" Yang satu seorang wanita, yang kita duga tidak menggunakan busana saat di atas motor dan seorang laki-laki yang hanya mengunakan celana dalam saja," ungkapnya.
Saat ini polisi mendalami motif perbuatan aksi membuka pakaian oleh para remaja Berau.
" Kami hanya meminta keterangan, hasilnya akan segera kita sampaikan," kata AKP Agus Arif Wijayanto.
Diberitahukan sebelumnya, masyarakat Berau dibuat geram dengan aksi remaja yang menggelar saur on the road dengan cara yang menyimpang.
Pasalnya, beberapa remaja tampak hanya mengenakan pakaian dalam saat berkeliling kota membangunkan orah sahur.
Ada pula seorang wanita yang tampak membuka baju saat berkendara dengan sepeda motor.
Aksi ini pun mendapat kecaman dari Masyarakat, Bupati Berau, dan Majelis Ulama Indonesia.
Pasalnya selain dianggap tidak senonoh, sahur on the road yang mereka lakukan justru dianggap menggangu ketertiban umum.
Suara musik yang menghentak, suara klakson kendaraan yang tidak ada henti-hentinya, dianggap menggangu masyarakat saat bulan Ramadhan.
Masyrakat kemudian mendesak aparat keamanan untuk mengamakan pelaku kenakalan remaja yang nekat membka pakaian.
Masyarakat pun berharap, mereka para remaja yang melakukan aksi membuka pakaian di muka umum mendapat sanksi dengan harapan ada efek jera bagi kedua remaja tersebut, dan tidak ada aksi serupa yang terulang di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

