-->

Iklan

close
Banner iklan disini

Notification

×
close
Banner iklan disini
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Translate

Iklan

Asal-Usul Desa Larangan Di Kecamatan Pengadegan Yang Wajib Kalian Ketahui

, Januari 13, 2020 WIB


Asal-Usul Desa Larangan Di Kecamatan Pengadegan Yang Wajib Untuk Anda Ketahui

BRALINGDESA-Desa Larangan merupakan salah satu dari 9 Desa yang berada di wilayah Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga. Desa ini terbagi menjadi 5 dusun yang terdiri dari 30 RT dan 6 RW. Menurut data monografi desa, luas wilayah Desa Larangan sekitar 468,123 ha.

Desa Larangan sendiri memiliki cerita sejarah yang cukup unik yang melatarbelakangi berdirinya Desa ini.  Cerita sejarah ini tentunya akan sangat menarik untuk kalian baca, yang tentunya akan menambah ilmu pengetahuan mengenai berdirinya desa-desa yang berada di Kabupaten Purbalingga.

Asal-Usul Berdirinya Desa Larangan.

Dahulu kala ada 3 orang dari kerajaan mataram dengan mengendarai kuda, 3 orang itu bernama Udan Laju berhenti di Desa Krenceng yang kedua Udan Terang berhenti di Desa Larangan dan yang ketiga bernama Udan Sari alias Tepu Seruni berhenti di dusun Bojongsari Desa  Kedarpan.

Baca Juga : Pengertian Dasar Integral Matematika Beserta Rumus Dan Contohnya

Pada waktu itu warga di desa ini sudah mengetahui adanya pertumbuhan sebuah kayu langka yang disebut dengan kayu mas, sehingga kayu tersebut di pelihara dan di jaga oleh mantri (aparat pemerintahan kerajaan mataram) kala itu.

Masyarakat sekitar juga dilarang mendekati kayu mas itu, sehingga desa itu di namakan sebagai Desa Larangan Kayumas. Tidak lama kemudian Kayu mas itu hanyut terbawa air, namun masih berdiri tegak disebuah sungai. lama-kelamaan kayum itu terus hanyut dan berhenti di kedung, hingga terendam air dan kemudian hilang entah kemana.

Namun keanehan terjadi ketika air dalam kedung itu kelihatan seperti emas semuanya. Dan Kedung tersebut kemudian diberi nama banyumas. Setelah itu, tanah bekas kayu mas itu dimasukan kedalam Desa Karang Joho karena ketua penjaga kayunmas bertempat tinggal di Desa Karang Joho yang bernama Medangkara.

Desa larangan terdiri dari 3 dusun :

 • Dusun larangan ditempati lawaijo
 • Dusun Sirnabaya ditempati anggaraksa
 • Dusun Melung di tempati sukmadiningrat

Dari 3 tokoh tersebut ada pembagian kerja yang dilakukan oleh masing-masing orang.

-Tokoh pertama memgatur Perekonomian (sandang, pangan, masyarakat)

-Tokoh kedua Menjaga keamanan Desa.

-Tokoh ketiga bertugas untuk mencuri. Pada waktu masyarakat kekurangan makanan, tokoh ketiga mencuri ke berbagai Desa, hasilnya kemudian dibagi untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di Desa tersebut.

Kemudian tokoh ke tiga pada saat mencuri di desa Pengadegan, ia kena kala atau perangakap kendil besi sampai tidak dapat lepas maka dari itu ia mengeluarkan kata-kata debat serta memberi pesan semua keturunan kami masyarakat Larangan umumnya, di larang menjalankan kejahatan yang luar biasa, lebih-lebih mencuri ke Desa Pengadegan, tentu mereka akan celaka.

Kemudian cerita lainnya, ada seoarang prajurit asli dari lumbir yang sedang bertapa tetapi tidak memberi tahu komandannya. Sebelum dia selesai bertapa, musuh kemudian datang sehingga ia mengalami kekalahan.

Lalu ia memberi pesan jika keturunan Larangan di larang bertapa terlalu lama, karena banyak sekali halangannya serta dekat celakanya. Lalu datang lagi seorang dari Mataram yang bernama Brajageni, disini ia menjadi pandai besi membuat tombak keris dan alat-alat lainya untuk masyarakat Larangan. Lalu datang lagi seorang bernama Brajadita dari Mataram, kemudian ia menjadi menantu kedua Anggareksa dan menjadi pandai besi juga.

Baca Juga : Rangkuman Materi Limit Fungsi Aljabar Kelas 12 Beserta Rumus Dan Contohnya

Ada sebuah kisah pada waktu Anggareksa menebang kayu wrungu guna membangun rumah. Waktu menebang kayu, tumbangnya menimpa dirinya sendiri, sehingga ia tertimbun kayu itu, tetapi dirinya masih hidup, sejak kejadiaan itu ia berpesan semua keturunan masyarakat Larangan di larang menggunakan kayu wrungu.

Cerita  mengenai asal-usul Dusun Sirnabaya.

Ada seekor buaya putih masuk kedalam gua yang berada di bawah puntuk kendil, tiba-tiba puntuk itu lonsor dan buaya itu tidak dapat keluar lagi maka jadilah nama sirna baya..

Itulah tadi sedikit mengenai cerita asal-usul Desa Larangan di Kecamatan Pengadegan. Semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan anda mengenai sejarah berdirinya desa-desa di Kabupaten Purbalingga.

Komentar

Tampilkan

  • Asal-Usul Desa Larangan Di Kecamatan Pengadegan Yang Wajib Kalian Ketahui
  • 0