-->

Iklan

close
Banner iklan disini

Notification

×
close
Banner iklan disini
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Arsip Blog

Translate

Iklan

Asal-Usul Dan Misteri Gunung Slamet Yang Melegenda

, Juli 11, 2019 WIB

Asal usul dan misteri Gunung Slamet Yang Melegenda

BRALINGHOROR- Gunung Slamet adalah gunung tertinggi di Jawa Tengah atau gunung tertinggi ke dua di Pulau Jawa yang masih aktif. Gunung ini terletak di perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah.

Tinggi gunung ini adalah 3.428 meter di atas permukaan laut atau hanya memiliki selisih kurang lebih 200 meter saja dari Gunung Tertinggi di pulau Jawa, yaitu Gunung Semeru.

Gunung Slamet memiliki empat kawah, saat ini kawah 4 merupakan kawah terakhir yang masih aktif sampai sekarang, dan terakhir aktif hingga pada level waspada pada maret 2014.

Gunung Slamet sendiri memiliki beberapa kisah mistis yang begitu menyeramkan. Beberapa cerita tersebut menjadikan Gunung Slamet menjadi salah satu Gunung paling angker yang ada di Indonesia.

Konon ada makhluk yang menjadi penghuni Gunung Selamet yang begitu melegenda di Gunung ini.

Asal-usul nama Gunung Slamet sendiri berasal dari bahasa Jawa, yakni “Slamet” yang dalam bahasa Indonesia berarti “Selamat“, oleh masyarakat sekitar Gunung Slamet dipercaya bisa membawa berkah, keselamatan, dan ketentraman. Nama Slamet diberikan karena gunung ini dipercaya tidak pernah meletus besar meski kondisinya tidak pernah diam.

Namun demikian, nama Slamet dipastikan bukan nama asli gunung ini, karena namanya cenderung baru. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Sejarahwan asal Belanda yang pernah menyebutkan bahwa nama asli gunung ini adalah Gunung Agung. Hal ini didasari oleh sebuah naskah bahasa Sunda tentang petualangan Bujangga Manik, seorang pengembara yang berkeliling Pulau Jawa.

Bujangga Manik disebut juga Prabu Jaya Pakuan. Seorang resi Hindu dari Kerajaan Sunda. Banyak daerah yang disebutkan didalam naskah kuno ini termasuk gunung.

Salah satunya adalah Gunung Agung yang menurut pemaparannya Gunung Agung di naskah kuno bahasa Sunda sama dengan lokasi Gunung Slamet saat ini.

Namun, ada juga yang menyebutkan nama asli Gunung Slamet adalah Gora. Adapun tokoh yang menyetuskan nama tersebut adalah Syeh Maulana Malik Magribi yang pernah mengalami penyakit kulit yang sulit disembuhkan. Kemudian beliau pergi ke Gunung Gora dan menemukan sumber air panas dengan 7 pancuran dilereng gunung, yang saat ini berada di daerah Baturaden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Untuk Jalur Pendakian Sendiri, Gunung Selamet memiliki beberapa jalur, dan salah satu jalur pendakian yang paling terkenal adalah Jalur Pendakian Bambangan. Jalur pendakian Bambangan merupakan jalur pendakian paling pendek dibandingkan jalur pendakian Gunung Slamet yang lainnya.

Ketika akan mendaki Gunung Slamet melalui Jalur Bambangan, maka akan melewati sebuah tempat yang sangat sakral. Konon katanya tempat tersebut merupakan sebuah pintu masuk ke kerajaan ghaib di Gunung Slamet. Hal tersebut dikarenakan terdapat 2 buah pohon besar yang tampak seperti sebuah pintu gerbang yang besar.

Setelah itu juga akan melewati Pos pendakian yang bernama Pos Samarantu. Konon katanya tempat tersebut merupakan tempat paling angker sepanjang Jalur Pendakian Bambangan. Nama Samarantu sendiri berasal dari 2 kata, yakni “Samar” dan “Hantu” yang bermakna “Hantu yang tak Terlihat”. Berdasarkan cerita yang beredar, usahakan untuk tidak mendirikan tenda di tempat tersebut, karena konon banyak pendaki yang diganggu oleh makhluk ghaib saat bermalam di daerah tersebut.

Selain itu, ada pula jalur pendakian Guci, jalur ini juga tak kalah mistis. Misteri Gunung Slamet yang berasal dari jalur pendakian Guci, Kabupaten Tegal ini tidak kalah populer dan seramnya dikalangan para pendaki. Konon katanya, di sekitar pelawangan Gunung Slamet khususnya di Jalur Pendakian via Guci, terdapat Makhluk Kerdil.


Makhluk kerdil tersebut dulunya merupakan seorang manusia. Ia kemudian tersesat saat mendaki Gunung Slamet dan ia tidak bisa kembali ke bawah. Ia mencoba bertahan hidup dengan memakan daun-daunan layaknya binatang pemakan tumbuh-tumbuhan. Seiring berjalannya waktu, makhluk tersebut kehilangan jati dirinya sebagai seorang manusia karena terlalu lama bertahan hidup dengan cara binatang.

Makhluk kerdil ini ketakutan jika bertemu dengan pendaki yang kebetulan sedang lewat. Tak jarang ketika pendaki Gunung Slamet mendirikan tenda di sekitar plawangan dan meninggalkan makanan di depan tenda mereka, maka makhluk kerdil ini akan mengambil makanan tersebut dan menghilang sebelum pendaki menyadarinya.

Selain kedua tempat mistis tadi, ada pula tempat yang di anggap keramat lainnya, yaitu Air Terjun Guci yang berada di lereng Gunung Slamet yang sangat populer sebagai wisata yang sejuk nan asri. Banyak yang memanfaatkannya sebagai tempat olah kanuragan dan olah batin. Airnya juga dipercaya berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Bahkan juga dipercaya bisa meningkatkan daya tarik seksual kaum hawa.

Cukup hanya berendam disana, organ sex wanita bisa kembali muda. Jadi, jangan heran bila pengunjungnya lebih banyak wanita daripada pria. Namun, Air Terjun Guci juga ada yang memanfaatkannya sebagai tempat mencari pesugihan atau ngalap berkah. Konon, dibalik gemuruhnya Air Terjun Guci yang indah, diyakini sebagai sarang siluman naga bernama Naga Cerek.


Naga cerek konon merupakan mahluk penunggu Air Terjun Guci. Makhluk inilah yang di percaya mampu memberikan pesugihan bagi siapa saja yang mengalap berkah di tempat ini.

Tak hanya itu, terdapat pula lokasi sakral lainya, yaitu Punggung Bukit. Pada lokasi punggung bukit, hampir selalu dipastikan pada waktu malam merupakan tempat angin bertiup kencang. Angin malam biasanya akan bertiup dari bawah melewati lereng-lereng secara cepat. Pada saat melewati punggung bukit ini akan bertiup dan memberikan fenomena suara yang berisik.

Hal seperti inilah yang dianggap seolah-olah seperti sedang ada sensasi keriuhan yang dianggap sebagai suara yang menyerupai suasana di pasar. Dengan demikian, daerah seperti inilah yang dianggap seperti daerah pasar setan, karena pasar yang sebenarnya tidak terlihat dan hanya suara saja yang terdengar.

Di lokasi pasar setan seperti inilah sering dikabarkan memakan korban. Hal ini sebenarnya dapat mudah dimengerti karena perjalanan mendaki gunung biasanya memerlukan tempat untuk beristirahat sementara. Salah satu pilihan pendaki kemungkinan besar beristirahat didaerah pasar setan ini. Tentu saja dipilih hal ini karena relatif sudah dekat dengan puncak, dan juga daerah seperti ini relatif datar, sehingga mudah untuk mendirikan tenda.

Pada saat beristirahat seperti inilah sering terjadi kasus pendaki kedinginan dan menderita Hirpotermia jika cuaca didaerah ini sedang mengalami cuaca ekstrim seperti hujan deras disertai angin, dan berkabut. Dengan demikian dapat dimengerti bila daerah pasar setan sering memakan korban.

Selain beberapa tempat yang mistis, Gunung Slamet juga memiliki sebuah mitos yang begitu populer di kalangan masyarakat, yakni jika Gunung Slamet ini meletus, maka Pulau Jawa akan terbelah. Mitos ini diyakini masyarakat, lantaran letak Gunung Slamet memang nyaris berada di tengah-tengah antara pantai utara dan selatan.

Gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru ini juga terletak di tengah-tengah Pulau Jawa. Menurut cerita, jika Gunung ini meletus besar maka akan membuat parit besar atau selat yang menyatukan laut utara dengan laut selatan. Mitos ini sudah berkembang lama di masyarakat sekitar Gunung Slamet.

Pemberian nama Slamet sendiri diyakini mengandung do’a dan harapan. Gunung Slamet diharapkan tetap membuat warga yang tinggal di sekitar Gunung Slamet tetap selamat, dan jauh dari mara bahaya.
Komentar

Tampilkan

  • Asal-Usul Dan Misteri Gunung Slamet Yang Melegenda
  • 0