-->

Iklan

close
Banner iklan disini

Notification

×
close
Banner iklan disini
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Arsip Blog

Translate

Iklan

Misteri Pesugihan Babi Ngepet Yang Melegenda

, Juli 08, 2019 WIB

Misteri Pesugihan Babi Ngepet Yang Menyeramkan

BRALINGHOROR- Istilah menjadi Babi Ngepet atau Celeng Kresek sangat terkenal di pulau Jawa, khususnya Daerah Istimewa Jogjakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Salah satu pesugihan yang harus dilakukan oleh sepasang suami istri dengan meminta bantuan Jin Bajang atau Jin Iffrit. Menggambarkan tentang perjanjian atau persekutuan, yang tidak lain bertujuan untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah. Salah satu pelaku pesugihan mampu berubah wujud menjadi Siluman Babi dalam melakukan aksi kejahatannya.

Lagi-lagi kesulitan ekonomi yang membuat manusia kehilangan akal sehat. Bisa dikarenakan usaha yang jatuh bangkrut atau alasan sudah bosan hidup melarat yang memang dialami sedari kecil, hingga terpaksa dan tega untuk melakukan perbuatan keji berupa pesugihan Babi Ngepet yang sangat menyesatkan.

Dalam melakukan ritual mendapatkan ilmu Siluman Babi, pelaku akan ke gunung atau goa angker mencari tempat bersemedi, untuk menemui Jin Bajang yang sudah berusia tua atau berusia ribuan tahun.

Jin Bajang yang sudah berusia ribuan tahun, pastilah lebih sakti dan lebih licik dalam menjerumuskan manusia dalam kesesatan. Mereka sudah hidup sangat lama dan sangat berpengalaman, karena memperhatikan begitu banyak kesesatan yang sudah dilakukan manusia dari peradaban berbeda-beda.

Dipilihnya media atau penampakan babi, bisa jadi untuk menggambarkan sifat manusia yang sangat rakus, tamak, kejam dan mau melakukan apa saja dalam mencapai tujuan. Bahkan rela mengorbankan anak sendiri untuk dijadikan tumbal.

Pelaku yang sebelumnya berpuasa mutih terlebih dahulu, lalu menyiapkan sesaji berupa kemenyan, minyak wangi, darah ayam cemani, kembang tujuh warna, dupa serta menumbalkan anak kandung yang masih bayi untuk dikorbankan atau dibunuh dengan tujuan dipersembahkan pada Jin Bajang. Tumbal dibawa langsung ke tempat ritual atau bisa juga cukup berada di rumah dalam keadaan tertidur. Syarat ini sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Jika perjanjian dengan Jin Bajang sudah dibuat dan disepakati. Pelaku pesugihan yang pria langsung memiliki kemampuan ilmu Siluman Babi atau berubah wujud menjadi seekor babi.

Cara Babi Ngepet dalam beraksi yaitu Pada tengah malam sepasang pelaku pesugihan membuat ritual khusus terlebih dahulu. Mereka membaca mantera-mantera di depan dupa, kembang tujuh warna, minyak wangi, darah ayam cemani, kemenyan yang diletakkan dalam nampan kayu, serta lilin yang sudah dinyalakan di sampingnya.

Tak butuh waktu lama Sang Suami langsung berubah menjadi seekor babi ghaib, sedangkan Sang Istri bertugas menjaga api lilin agar tetap menyala. Api lilin sekaligus sebagai penanda situasi yang dihadapi Babi Ngepet, jika nyala lilin bergoyang tak beraturan pertanda situasi sedang tidak aman. Untuk menghindari tertangkapnya Babi Ngepet, penjaga akan mematikan api lilin, sekaligus menarik siluman ke tempat ritual.

Korban pesugihan Babi Ngepet dapat benar-benar bangkrut dalam semalam. Berbeda dengan Tuyul yang hanya mengambil beberapa lembar uang.
Babi Ngepet dapat menguras habis semua harta berupa uang dan perhiasan yang berada dalam rumah korban. Dengan cara menggesek-gesekkan, alias ngepet wujud babinya, uang dan perhiasan secara ghaib berpindah ke tempat terjadinya ritual atau ketempat pelaku yang menjaga lilin.

Meskipun kekayaan sudah didapat, pelaku pesugihan Babi Ngepet tidak serta merta dapat menikmati hartanya dengan bebas. Ada pantangan-pantangan yang harus dihindari pelaku pesugihan dalam menikmati harta, misalkan banyaknya hari-hari yang tidak boleh hidup enak dan terus-menerus menyediakan tumbal lanjutan. Apabila tumbal lanjutan tidak dapat dipenuhi, pelaku pesugihan sendiri yang akan menjadi tumbal dan akan mati.

Ada kalanya Babi Ngepet sial dalam beraksi. Babi Ngepet tidak sempat diselamatkan penunggu lilin saat kepergok warga yang diantaranya memiliki ilmu tandingan. Biasanya Babi Ngepet akan dipukuli ramai-ramai hingga mati dengan sangat mengenaskan. Konon menurut cerita, Babi Ngepet yang sudah mati akan kembali menjadi manusia dan dapat dikenali warga.

Sebenarnya seluruh umat Islam tahu bahwa segala bentuk pesugihan adalah perbuatan Syirik dan berdosa sangat besar hingga tak terampuni. Sebaiknya kita selalu berdoa dan mendekatkan diri pada Allah Subanahu wata'ala agar terhindar dari tipu daya Setan yang terkutuk.

Pelaku pesugihan Babi Ngepet sulit dideteksi karena tidak memiliki ciri fisik khusus. Mereka bisa saja seolah memiliki usaha dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Misalkan memiliki warung manisan, walaupun sepi pembeli, mereka tetap mempertahankan agar warungnya tetap buka agar tidak dicurigai asal kekayaan mereka dari Ngepet.

Cara terhindar jadi korban dari Babi Ngepet hanya dengan berdoa memohon perlindungan dari Allah Subanahu wata'ala dan tetap melaksanakan ibadah wajib dan sunah yang selayaknya memang dilakukan di rumah. Babi Ngepet juga tidak akan bisa mencuri di rumah yang penghuninya sedang membaca ayat suci Al-Quran.

Biasanya, ritual Babi Ngepet juga akan meminta tumbal terus menerus. Sang Jin Bajang akan terus meminta tumbal anaknya berkali-kali hingga anak mereka habis. Setelah anak mereka habis karena menjadi tumbal, maka mereka akan meminta tumbal dari Anak orang lain. Ritual pengorbanan ini merupakan syarat yang harus terus dilakukan, bila sampai sang pelaku ritual tidak menyanggupi, maka dia dan istrinya lah yang akan menjadi tumbal selanjutnya.

Ritual Babi Ngepet memang dikenal sangat menakutkan, salah satu kekayaan yang di dapat memang instan, namun resikonya berupa sebuah kematian yang akan menimpanya. Demikianlah kisah Pesugihan Babi Ngepet yang pernah melegenda di tanah Jawa. Jangan sekali-kali anda berniat melakukan pesugihan apapun, karena bila Anda menyembah dan meminta kepada selain Allah, maka neraka Jahanam adalah tempat yang akan anda diami untuk selamanya.

Komentar

Tampilkan

  • Misteri Pesugihan Babi Ngepet Yang Melegenda
  • 0