Hermawan Akhirnya Tertangkap
JAKARTA- Hermawan sosok pria yang mengancam akan memenggal kepala jokowi akhirnya ditangkap oleh Tim Subdit Jatarnas Ditreskrim Polda Metro Jaya.
Hermawan dijemput disalah satu rumah yang terletak di Parung, Bogor pada Minggu (12/5/2019).
Setelah penangkapan itu, bagaimanakah nasib hermawan selanjutnya?
Sebuah pelajaran bagi kita!
Disaat situasi politik didalam negri memanas, mungkin banyak masyrakat yang akhirnya terpancing untuk ikut bagian dari drama politik ini.
Bukan hanya para elit partai, melainkan masyrakat biasa-pun akhirnya tertarik untuk terjun dalam kubangan politik ini.
Hanya karena sebuah kursi jabatan yang di incar orang lain, masyarakat justru banyak yang harus menjadi korban.
Berbagai isu sara terus dilontarkan untuk membuat masyrakat ikut terpancing untuk mengeluarkan orasinya. Hal inilah yang membuat masyrakat akhirnya ikut terbawa-bawa dan akhirnya menjadi korban politik.
"Mungkin nasi sudah menjadi bubur" Kalimat inilah yang pantas untuk sosok Hermawan.
ia hanyalah sosok masyarakat biasa yang menjadi salah satu korban hasutan politik di negri ini.
Dalam orasinya, Ia begitu menginginkan sebuah perubahan. Dan ternyata benar saja, dengan ia mendukung salah satu kelompok, ia pun akan mengalami perubahan dalam hidupnya.
Hal seperti ini tentu harus menjadi pelajaran bagi kita semua.
Biarlah mereka para elit partai yang memiki kepentingan yamg berhak berorasi. Mereka mungkin akan kebal hukum dengan apa yang mereka ucapkan. Namun bagi sosok Hermawan, sipakah yang nanti akan membelanya?
Ia mengebu-gebu menyalahkan Bawaslu dan mengancam Pemimpin negri ini karena semata-mata ia yakin, bahwa orang yang ia bela akan membawa perubahan di negri ini.
Tapi apalah daya, emosi sesaatnya di depan kamera, justru yang akan merubah hidupnya.
Semoga dengan apa yang telah terjadi dengan Hermawan, kita akan semakin sadar dengan apa yang akan kita lakukan.
Buat apa kita membela seseorang mati-matian. Namun nyatanya orang yang kita bela justru tak pernah mengenal kita.
Buat apa kita berorasi menghina seseorang sementara kita tak akan dapat apa-apa.
Buat apa kita menyerang lawan, kalo nyatanya pas kita tertangkap, justru mereka lepas tangan.
Bagi kami, siapapun presidenya, kalo kami tak kerja, kami juga tak bisa makan.
Bagi kita, Siapapun presidenya, tidak akan pernah mampu merubah hidup kami, kalo kami sendiri tidak mau merubahnya.

