jangan marah-jangan marah
BRALINGislamic- Marah adalah perbuatan yang tidak terpuji, karena marah itu sendiri bagian dari perbuatan syaitan. Biasanya orang yang marah akan dikuasai syaitan, dimana syaitan tersebut akan masuk kedalam darah seseorang, yang menyebabkan orang tersebut tidak mampu mengontrol dirinya.
Bukan hanya itu, orang yang sedang dalam keadaan marah juga bisa mendatangkan dosa, seperti memukul, memaki, mengancam, bahkan bisa berujung dengan pembunuhan. Banyak sekali perbuatan buruk yang akan dilakukan seseorang bila dalam keadaan sedang marah.
Marah adalah sesuatu yang sebenarnya tidak dianjurkan dalam islam. Banyak sekali dalil yang menganjurkan kita supaya menjaga amarah kita. Bahkan banyak sekali keutamaan yang bisa didapatkan bila kita mampu menahan amarah dalam diri kita. Berikut adalah dalil yang melarang perbuatan marah.
Dari abu Hurairah Radhiyallahu anhu," bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam:" Berikanlah aku wasiat", Beliau menjawab," Engkau jangan marah!"Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Sahallallahu 'allaihi wa sallam bersabda :" Engkau Jangan Marah!" ( H.R Al-Bukhari)"
Hadis tersebut menjelaskan bahwa kita tidak boleh untuk marah. Bahkan Nabi sendiri sampai mengulanginya berkali-kali, bahwa hal yang paling baik adalah menahan amarah. Selain itu, barang siapa yang mampu menahan amarah, maka kelak akan mendapatkan surga. Seperti yang diterangkan dalam sebuah hadist.
" Jangabalah engkau marah, niscaya bagimu surga". ( H.R Ibnu abid Dunya no. 7374 ).
Surga merupakan tempat yang selalu didambakan oleh seluruh umat muslim. Keindahan surga yang luar biasa, tentu akan membuat kita berusaha untuk memasukinya, maka dari itu, tahanlah amarah yang ada dalam diri kita, supaya kita bisa mendapatkan surga yang kita inginkan kelak.
Bukan surga saja yang Allah janjikan kepada orang yang mampu menahan amarahnya, melainkan ada hal lain yang tentu akan membuat lelaki yang mampu menahan amarahnya akan merasa beruntung. Kelak lelaki yang mampu menahan amarahnya, maka dia akan diberi kesempatan untuk memilih Bidadari yang paling dia sukai di surga, seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadist.
"Barangsiapa menahan amarahnya padahal mampu meluapkannya, Allah akan memanggilnya dihadapan para mahluk pada hari Kiamat untuk memberinya pilihan bidadari yang ia inginkan." ( H.R Abu Daud, no 4777; Ibnu Majah, no 4186. Al-Hafizh abu Thahir mengatakan bahwa hadist ini sanadnya hasan ).
Melihat keutamaan yang begitu banyak, pastilah kita harus bisa menahan amarah. Apalagi kita dijanjaikan akan mendapatkan Surga dan Bidadari, tentulah hal ini menjadi janji Allah yang harus kita yakini dan kita patuhi.
Menahan Amarah memang tidaklah mudah, terkadang bila rasa marah sudah ada dalam diri kita, sulit sekali untuk meredamnya. Namun sesuai petunjuk nabi kita,* Apabila kita marah, dan kita dalam posisi berdiri, hendaknya kita duduk, karena dengan itu, marahnya akan hilang. Jika belum juga hilang, hendaklah kita mengambil posisi tidur." ( H.R. Ahmad 21348, Abu daud 4782)
Selain itu dengan berwudhu, maka marah yang ada dalam diri kita juga akaan segera hilang. Jadi usahakn untuk selalu menahan amarah kita, karena perbuatan marah adalah perbuatan yang datang dari syetan. Syaitan tebuat dari api, dan air-lah yang mampu memadamkan api.

