Bupati Purbalingga memberikan hadiah
PURBALINGGA- Jangan bilang santri hanya unggul dalam pengetahuan agama dan kurang berprestasi dalam bidang umum.
Nyatanya dua santriwati dari Pondok pesantren Minhajut Tolabah, Kembangan, Bukateja berhasil melambungkan nama pesantrennya dengan prestasi yang berhasil diraihnya.
Mereka berdua adalah Putri Kinasih dan Ika Nur Artikoh, santri yang berasal dari Pondok pesantren Minhajut Tolabah, Kembangan, Kecamatan Bukateja.
Putri Kinasih yang didaulat mewakili Jawa Tengah untuk mengikuti ASEAN Screpto 2019 setelah ia bergabung dengan Kontingen Jawa Tengah di ajang Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN), 2018 lalu.
Pada ASEAN Screpto ini, ia akan bergabung dalam 34 anggota untuk berkeliling ke 7 Negara Asean. Mereka mengikuti berbagai Kegiatan pramuka dan berbagi pengalaman antara anggota pramuka di 7 negara tersebut.
Sedangkan Ika Nur Atikoh berhasil lolos seleksi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPLD) dari kementrian keuangan RI dan lolos untuk menempuh pendidikan S2 di bidang keilmuan Medicine Program Studi Masters Programme in Public Helath di Karilinska Intitute Swedia.
Prestasi yang ditorehkan Kedua santri inipun mendapatkan apresiasi dari bupati purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi yang memberikan hadiah berupa laptop kepada kedua santri tersebut.
" Ini menjadi bukti bahwa santri juga bisa berprestasi di bidang umum, tidak hanya dalam ilmu agama saja" kata Bupati Purbalingga, Tiwi saat memberikan sambutan Haflaut Tasyakkur Lil Ikhtitam dihalaman YPI Minhajut Tholabah.
Pemberian hadiah khusus ini diharapakan mampu menjadi penyemangat bagi santri-santri lainya, agar bisa berprestasi dibidang umum, dan tidak hanya berperestasi dalam ilmu agama saja. Selain itu, Saya juga berharap bahwa santri-santri yang ada di Purbalingga, mampu memberi manfaat bagi bangsa dan negara "Tuturnya".

