PURBALINGGA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI merekap jumlah petugas Pemilu 2019 yang meninggal. Total tercatat di seluruh Indonesia ada 90 petugas penyelengara pemungutan suara ( KPPS) yang wafat.
Ketua KPU, Arief Budiman menuturkan, hingga laporan yang diterima pihaknya pada senin (22/4) sekitar pukul 15.00 WIB, total sebanyak 90 petugas dikabarkan meninggal dunia, kemudian 374 orang sakit, sakit ini bervariasi ya," kata Arief saat jumpa pers di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019) seperti diberitakan suara.com.
Sementara dari purbalingga sendiri terdapat 3 orang yang dilaporkan meninggal dunia selama proses pelasksanan pemilu kemarin, ketiga orang tersebut masing-masing dua anggota KPPS dan satu anggota Limas," kata Komisioner KPU Kabupaten Purbalingga Divisi Sosialisasi, Pendidikan pemilih, Partisispasi Masyarakat dan SDM, Andri Supriyanto, Senin (22/4/2019).
KPPS yang meninggal yaitu Minarti (49) warga RT 01 RW 10 Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja. Anggota KPPS lainya yang meninggal dunia adalah Imron Sadirin (25) warga RT 2 RW 4 Desa Karang Petir, Kecamatan Kalimanah. Satu orang anggota Limas yang meninggal adalah Karyono(70) warga Desa Rabak, Kecamatan Kalimanah.
Minarti yang bertugas di TPS 9 desa setempat, Meninggal sehari sebelum pelaksanan Pemilu. Sebelumnya, dia mengurus persiapan TPS, namun karena kelelahan, akhirnya Minarti meninggal dunia. Sedangkan anggota KPPS Imron Sadirin (25) bertugas di TPS 3 di desanya. Korban meninggal sehari setelah pencoblosan karena kecelakaan yang di alaminya di Jalan Raya Brobot, Bojongsari. Korban yang mengendarai Sepeda Motor dalam keadaan mengantuk tidak dapat mengontrol laju kendaraanya sehingga motor yang dibawanya oleng dan keluar dari jalur, kemudian menabrak Pohon Mahoni yang terletak dipinggir jalan.
Selain dua anggota KPPS, seorang anggota Limas juga meninggal dunia. Dia Karyono(70) warga Desa Rabak, Kecamatan Kalimanah yang melakukan penjagaan keamanan di balai desa setempat. Korban meninggal sehari sebelum pencoblosan. Korban sebelumnya baru dari Balai Desa usai mengamankan logistik pemilu. Sesampainya di rumah, koban tiba-tiba merasakan pusing, lalu terjatuh dan akhirnya meninggal dunia.
Andri mengatakan, sesuai kebijakan dari KPU pusat, seluruh Kabupaten/Kota akan memberikan sumbangan kepada korban. " Atas nama KPU, kami ikut berbela sungkawa. Mereka yang meninggal adalah para pahlawan demokrasi yang berjuang demi bangsa dan negara," Kata Andri.

