-->

Iklan

close
Banner iklan disini

Notification

×
close
Banner iklan disini
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Arsip Blog

Translate

Iklan

ISIS Melakukan Perang Bergerilya Setelah Mereka Kalah di Irak dan Suriah

, Juni 01, 2019 WIB


ISIS melakukan perang gerilya setelah kalah di Irak dan Suriah

BRALINGNEWS- Setelah kehilangan wilayah kekuasaannya di Irak dan Suriah, ISIS kini beralih ke taktik perang gerilya serupa dengan taktik al-Qaeda.

Surat kabar online milik ISIS, al-Naba melaporkan para pengiktu ISIS diminta untuk membaca dan mengikuti instruksi operasi perang gerilya yang dipublikasikan media ini.

Mengutip Reuters, 24 Mei 2019, ISIS mengunakan taktik ini untuk memperluas wilayah teritorinya melebihi Irak dan Suriah.

Di artikel surat kabar ISIS itu, para milisi didesak untuk menghindari bentrokan terbuka dengan musuh. Ini berbeda dengan sebelumnya.

Para milisi diperintahkan untuk merampas senjata kobrna dan menguasai atau membakar benda-benda berharag mereka.

Baca Juga : Saling Serang Antara Israel dan Palestina Membuat PBB Perintahkan Gencatan Senjata

Dalam serangan pukul dan lari sebagai bagian dari taktik perang gerilya, milisi ISIS juga diperintahkan untuk menawan musuh, membebaskan tahanan ISIS, dan merampas uang milik musuh.

Para milisi ini juga diperintahkan untuk mengamankan semua kebutuhan mereka dengan mengumpulkan uang, makanan, obat-obatan, dan senjata.

Sejumlah pengamat mengatakan, manual perang gerilya yang dipublikasikan secara detil oleh ISIS serupa dengan manual perang gerilya yang dikeluarkan al-Qaeda beberapa tahun lalu di Arab Saudi melalui majalah elektroniknya, al-Batar. Manual ini memuat instruksi militer untuk pendukung dan sel-selnya di seluruh dunia.

Selain itu, manual baru ISIS juga memperlihatkan organisasi teror ini kekurangan milisi dan keuangan.

Kehilangan wilayah kekuasaan di Irak dan Suriah, membuat ISIS kehilangan sumber pendapatan penting terutama panjang dan pendapatan dari minyak.

"Berbicara tentang finansial, teritori dan militer, grup ini sangat lemah," kata Rita Katz, direktur eksekutif SITE Intelligence Group.

Perang gerilya adalah cara yang lebih murah untuk menimbulkan kerusakan. ISIS menggunakan taktik ini di lokasi organisasi teror ini ingin memperluas teritori, seperti di timur Afganistan, timur laut Nigeria, Somalia, Afrika Utara, dan subkontinen India dan Afrika tengah.

Baca Juga : Turki Suplai Senjata Ke Pemberontak Suriah Untuk Hadapi Rusia

Komentar

Tampilkan

  • ISIS Melakukan Perang Bergerilya Setelah Mereka Kalah di Irak dan Suriah
  • 0