Capres 03 sepenuhnya memberikan dukungan pada Paiman dan Samson
BRALINGguyon- Paiman dan Samson merupakan dua sahabat karib yang sejak kecil selalu bersama. Meski mereka hidup di desa, mereka merupakan pemuda yang gaul serta trendi ala khas anak masa kini.
Setiap hari, mereka berdua selalu pergi bersama, makan bersama, bahkan tidur bersama. Mereka bisa dibilang merupakan pemuda yang aktif di desanya, karena mereka selalu rajin bikin gaduh di kampungnya dengan kekonyolan dan kejahilan mereka.
Keseharian paiman dan Samson dihabiskan untuk bermain bulutangkis," kalo dalam bahasa jawanya ( wulu tabok ) alias bulu yang di tampar pake senar yang membuatnya muter kaya odong-odong"
Meski mereka berdua pemuda yang konyol, tapi kemampuanya dalam menangkis serangan lawan sangatlah luar biasa. Mereka yang sering bermain dikelas ganda, terkadang harus rela jatuh bangun demi memenangkan pertandingan.
Suatu hari, mereka mendengar sebuah kabar bahwa akan ada sebuah turnamen ditingkat Kecamatan yang memperebutkan piala Camat. Mereka berdua yang tertarik berniat mengikuti turnamen tersebut, dengan niatan ingin menyabet gelar ganda yang akan mereka ikuti.
Paiman dan Samson yang berasal dari Desa Sidonyalon akan ikut bertanding dalam kejuaraan buku tangkis yang akan diselengarakan oleh kecamatan Sidokalah. Kabupaten Sidongeyel. Wilayah ini termasuk dataran sedang yang berada di kepulauan Sidonyinyir.
Mereka berdua yang serius ingin memenagkan turnamen tersebut, berlatih sekuat tenaga demi memenangkan pertandingan yang akan mereka lakoni. Alhasil, mereka pun setiap malam bergadang demi bisa meningkatakan kemampuanya dalam merayu gadis di Facebook.
Nah, saat tiba waktunya turnamen dimulai, mereka seoalah sudah siap dengan kemampuan yang dimiliknya. Paiman dan Samson yang berjalan dengan tegapnya, sangat yakin seyakin-yakinya, bahwa mereka akan memenangkan pertandingan.
Saat mereka bermain dibabak kulifikasi, bras-bres bras-bres....mereka menang terus dan berhak lolos kebabak final. Paiman dan Samson pun girang bukan kepalang, bahkan dia sampe berjoged ria dipingir lapangan....serrrrrrr, tarikan mang, gua menang, gua menang....icikiwiiiiirrrrrrr....dangdut,...icikiwiiiirrrr dangdut..
"2 hari selanjutnya babak final akan di gelar"
" Dua Hari Kemudian"
"Sekarang giliran partai Final akan dimulai,"
Paiman dan Samson yang akan bertanding melakukan diskusi untuk mengatur strategi....
Paiman: Son, kita harus menang son, kalo kalah, mau ditaruh dimana muka kita son.
Samson: Sabar man, namanya juga pertandingan, pasti ada kalah ada menang man.
Paiman: Ya son, tapi gua pengin banget menang ni son....Biar kita terkenal gitu lohhhhh....
Samson: Kepengin terkenal bukan dengan cara seperti itu man, tapi kita harus bermain sportif...paham kan man? kita ini membawa nama desa, jadi jangan sampe kita membuat malu desa Sidonyalon hanya demi sebuah kemenangan. Asal kita main sportif, kita pasti menang! Oke Man.
Paiman: Oke deh son, gua nurut kata lo aja.
Pertamdingan final Ronde pertama dimulai.
Bras, bres, bras, bres...saling kejar-kejaran angka terjadi....namun sayang Paiman dan Samson kalah di ronde pertama.....
Paiman: Kamu gimana si son, ko kita kalah si, padahal selisih kita itu sedikit lo son, tapi malah bisa kalah.
Samson: Sedikit apanya man, selisihnya 8 angka, ko dibilang sedikit....kamu giman si man? Opo koe lagi nglantur man?
Paiman: He,he, tadi gua udah membayangkan kemenangan...eh malah jadinya kaya gini...sebel deh jadinya...aku pusyyinnnnnngggg deh ah...
Samson: Halah, lebay lu man,.ngimpi itu kalo tidur man, kalo lagi bertanding harus konsentrasi.
Ronde kedua dimulai.
" Bras-bres, bras bres.....saling kejar-kejaran angka terjadi di ronde ke-2.... namun sayang, Paiman dan Samson harus kalah untuk kedua kalinya.....ohala, kalah lagi-kalah lagi son, son....uapes tenan ini nasibe ya son....
"Samson yang legowo akhirnya bisa menerima kekalahnya dengan lapang dada.
"Hal ini berbeda dengan sikap Paiman"
Paiman justru tersungkur ditengah lapangan sambil bersujud. Paiman terus menangis meratapai kekelahanya. Dalam tangisanya paiman selalu menyebut sebuah kalimat " Kalah lagi, kalah lagi Son, Son.....piye iki karepe son, opo aku kudu mangan Semen tiga roda son, ben atiku kuat lan tangguh nang segala musim....!
Samson : Sudah man, namanya pertandingan, ada kalah ada menang! Kalo kamu tidak siap kalah, kamu tidak usah ikutan dalam kompetisai man, mending tidur di rumah, tidak menangung derita kaya gini man....
Paiaman : Ya son, tapi gua ini pengen dikenal sama orang banyak son....
Samson : Sudah man, kita terima saja kekalahan ini, kita ikuti turnamen ini musim depan, biar kita kalah, yang penting kita eksis di Kecamatan Sidokalah man...!
Paiman : Ya wis son, kita yang berasal dari Desa Sidonyalon, memang pantas tumbang son....
Akhirnya, kedua pemuda tersebut menerima kekalahanya. Paiman dan Samson mendpatakan sambutan meriah dari warga saat pulang ke Desa Sidokalah.
Luar biasanya lagi, Pak Lurah sampai membuat syukuran atas kekalahan Paiman dan Samson. Meski mereka berdua kalah, setidaknya mereka sudah berjuang membawa nama Desa Sidonyalon berjaya di Kecamatan Sidokalah.
Tak ketinggalan, Pak Camat pun mengirimikan karang bunga kepada Paiman dan Samson. Dalam Karangan bunga Tersebut bertulisakan,"Selamat atas kekelahan Paiman dan Samson yang berasal dari Desa Sidonyalon yang gagal meraih juara di turnamen tingkat Kecamatan Sidokalah pada Tahun 2019"
Paiman yang melihat karangan bunga tersebut akhirnya pingsan, setelah mengalami kejang-kejang hebat disebebkan oleh ledekan Pak Camat.
TAMAT.....

