Wachyu Hidayat jadi anggota DPRD
BANJARNEGARA- Wachyu Hidayat Seorang Kuli buah salak, sukses dalam Pileg 2019 yang dilaksanakan pada 17 april kemarin. Wachyu yang maju sebagai Caleg dari partai PDI -P yang bertarung di Dapil 1 Banjarnegara berhasil meraup 2268 suara.
Hal ini tentu menjadi bukti, bahwa tag line PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik memang mumpuni yang mampu mengantarkan seorang kuli menjadi anggota DPRD.
Dilokasi kerjanya, tempat pengepakan salak di Desa Pangkelan, Kecamatan Madukara, Banjarnegara, Dayat mengaku awalnya tak percaya diri lantaran dia hanya seorang kuli dan tak memiliki uang untuk berkampanye.
"Uang saya tidak banyak, bahkan untuk mencetak alat peraga kampanye dibantu sama temen-temen alumni SMP. Dan untuk kebutuhan sehari-hari, dibantu sesama pekerja pengepakan salak," ujarnya, Sabtu 27/4/2109.
Dayat juga menuturkan, selama ini penghasilanya rata-rata Rp 30 ribu sampai Rp 40 per hari. Tergantung banyak dan sedikitnya salak yang dia kerjakan.
Setiap harinya yang dikerjakan mulai dari bongkar muat salak, hingga menyortir salak yang akan dikirim keberbagai kota.
" Tetapi jam kerjanya sore sampai tengah malam. Dan siangnya saya aktif di partai untuk mengurus kantor sekertariat," tuturnya.
Wachyu sendiri sudah aktif di PDI-P sejak tahun 2014 lalu. Setelah dirinya merantau dari Sumatra, dirinya ditawari oleh ketua DPC PDI-P Banjarnegara untuk mengurus kantor sekertariat. Yang menarik adalah, sehari setelah pencoblosan, Dayat justru pamit untuk pergi merantau ke Jakarta.
"Dan pada Pileg tahun ini saya ikut menjadi salah satu Caleg dari PDI-P. Saya dan keluarga tidak menyangka bahwa saya akan lolos menjadi anggota DPRD. Bahkan sehari setelah pencoblosan, saya sudah pamit ke istri mau merantau kejakarta," tambahnya.
Namun, hasil perhitungan yang dilakukan internal partai berkata lain. Dayat memeperoleh 2.268 suara sedangkan total suara PDI-P di Dapil 1 Banjarnegara 19.322 suara. Sehingga, meski saya tidak mendapatkan suara terbanyak, namun PDI-P mendapatakan 2 kursi.
" Harapan saya sekarang, semoga saya bisa bermanfaat bagi masyarakat banjarnegara, khususnya warga yang tiggal di desa-desa, yang secar geografis jauh datri kota. Sebab, meski tinggal di daerah penhasil salak, namun dia mengaku, bahwa masih banyak warga yang butuh bantuan," janjinya.

