JAKARATA- Saya kira nyali Amien Rais itu besar. Kalau mendengarkan orasinya seolah dia sudah tidak peduli lagi dengan hidupnya sendiri. Seolah dia sudah siap bahkan mati pun demi memenangkan Prabowo dan menumbangkan Jokowi. Tetapi sepertinya itu hanya omong kosong belaka.
Kita pernah mendengar bagaimana Amien Rais mendikotomi partai-partai di Indonesia ke dalam dua bagian, yaitu partai setan dan partai Allah. Setelah digertak dengan argumentasi rasional, dia kemudian meralatnya.
Kita juga pernah mendengar Amien Rais akan membongkar kasus korupsi besar yang sudah lama terpendam. Dia bahkan memperingatkan agar orang yang dimaksud untuk hati-hati dan jangan main-main dengan terhadap dia. Nyatanya dia hanya mengandalkan sumber data bodong.
Lalu kemudian menjelang hari pencoblosan, Amien Rais menggaungkan istilah people power. People power yang dimaksudkan itu adalah kekuatan massa untuk menolak hasil pemilu dan memastikan pihak mereka yang menang. Mau dipahami seperti apa pun konteksnya tetap dalam rangka mengerahkan kekuatan massa untuk menolak hasil Pemilu yang sah yang tidak menyatakan mereka sebagai pemenang. Karena kalau mereka menang, katanya tidak aka nada people power.
People power Amien Rais yang demikian itu dikonfirmasi pernyataan-pernyataan pendukung maupun elite politik Prabowo. Eggi Sudjana mengajak rakyat untuk menolak kekalahan Prabowo dengan cara mengandalkan kekuatan massa dengan tidak mengikuti proses-proses konstitusional.
Baca Juga : Empat Polisi Kena Tembak Saat Rusuh di Pontianak
Jadi jelas maksud people power ini adalah kekuatan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Andai pun Prabowo menang, dia tidak bisa dilantik sebelum Oktober. Maka kalau ada ajakan untuk mempercepat pelantikan Prabowo – ingat, andai pun menang – adalah bentuk makar dengan kekuatan massa.
Lalu disusul lagi ancaman penggal kepala Jokowi dari pendukung Prabowo pada saat pengerahan massa ke Bawaslu. Ancaman ini mungkin dianggap kubu 02 sebagai ungkapan kekecewaan terhadap Jokowi atas terjadinya ketidakadilan. Tetapi siapa yang tahu maksud seseorang? Yang kita dengar adalah ancaman terhadap kepala negara, maka termasuk makar. Terbuktilah sudah people power Amien Rais itu sudah dimulai.
Akhirnya waktu yang dinanti-nantikan juga tiba. Amien Rais dilaporkan dengan berpedoman pada pernyataan people power Amien Rais ala Eggi. Amien Rais dijerat pasal yang sama dengan yang menjerat Eggi yaitu Pasal 107 KUHP dan atau Pasal 116 Jo Pasal 87 KUHP Jo Pasal 55 KUHP Jo Pasal 56 KUHP dan atau Pasal 14, Pasal 15 UURI No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A Ayat 2 UURI no 19 tahun 2016 tentang perubahan UURI no 10 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
Melihat Eggi langsung diproses dan kemudian ditahan, nyali Amien Rais akhirnya citu juga. Kalau dulu dia mengatakan kalau Jokowi menang, maka tidak perlu lagi melalui MK, melainkan people power. Pada acara pemaparan kecurangan pemilu oleh kubu 02 beberapa waktu lalu, Amien Rais sudah merevisi makna people power menjadi kedaulatan rakyat. Entah apa maksudnya dengan kedaulatan rakyat.
Dalam konteks demokrasi kedaulatan rakyat yang dimaksudkan itu ketika mereka memilih pemimpin mereka sendiri. Justru inilah yang sekarang coba Amien Rais dan kawan-kawan alihkan. Seolah kedaulatan rakyat itu hanya milik mereka saja. Lalu kalau mereka kalah berarti kedaulatan rakyat sedang dicurangi. Matamu picek!
Tetapi apa pun maksud Amien Rais dengan kedaulatan rakyat, tidak akan mengubah fakta bahwa dia sudah dilaporkan. Yang harus dia lakukan sekarang adalah mempersiapkan diri menjelaskan people power yang dia maksudkan sebelumnya. Apa maksudnya mengandalkan people power dengan tidak perlu lagi ke MK? Jawab itu dulu, barulah kemudian berbicara soal kedaulatan rakyat.
Melihat manuver pemahaman people power ala Amien Rais ini, sepertinya dia sudah ketakutan. Sebab dia harus berhadapan dengan proses hukum untuk kedua kalinya sejak Pilpres dimulai. Kasus Ratna dia harus dipanggil polisi dan harus bersaksi di persidangan. Kini dia lagi-lagi berhadapan dengan proses hukum yang sedang didalami kepolisian. Sudah pasti dia akan dipanggil lagi sebagai saksi. Kalau terbukti dia sebagai otak dari people power yang dikatakan Eggi, maka siap-siaplah Amien lebih besar hukumannya dari Eggi.
Usia sudah uzur, daging sudah bau tanah, tetapi harus berhadapan dengan proses hukum karena mulutnya sendiri adalah contoh yang buruk. Seharusnya sebagai orang tua dan tokoh politik yang dituakan seharusnya memberi teladan yang baik bagaimana bersikap dalam hidup bernegara. Jangan semakin tua semakin memprovokasi.
Baca Juga : Salah Satu Korban Tewas Saat Rusuh Terkena Peluru Tajam

