"Pesawat nirawak tak dikenal menarget kendaraan dan gudang senjata di daerah Albu Kamal, menyebabkan ledakan besar. Setidaknya delapan pejuang Irak tewas," ungkap kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Rami Abdel Rahman. Selain menewaskan tiga tentara, Abdel Rahman mengatakan tiga desa di daerah Albu kamal turut menjadi sasaran serangan tersebut. Serangan tersebut dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Iran sempat melancarkan serangan dalam dua hari berturut-turut ke markas militer dan kantor kedubes Amerika Serikat di Irak. AS mengatakan tidak ada tentara yang tewas dalam serangan tersebut.
Aksi tersebut merupakan balasan atas serangan pesawat nirawak AS yang menewaskan pemimpin Pasukan Quds, Qasem Soleimani. Presiden AS Donald Trump dalam pidatonya menyampaikan tidak akan mengerahkan kekuatan militer untuk membalas serangan yang diterima para tentaranya di Irak.
Kendati demikian, Trump justru menjatuhi sanksi ekonomi lebih berat atas serangan yang dilakukan Iran.

