BRALINGNEWS- Netizen dihebohkan dengan kemunculan sosok salah satu gubernur di Indonesia ketika mengetik kata kunci " gubernur terbodoh " di mesin pencari google'.
Kehebohan ini pun muncul setelah adanya banjir yang melanda sebagian besar wilayah kota Jakarta awal tahun ini. Ada yang beranggapan, kemunculan sosok gubernur terbodoh di mesin pencari google, merupakan sosok yang muncul akibat arus air yang sulit masuk kedalam tanah, sehingga munculah sosok baru di mesin pencari milik google.
Entah siapa yang pertama kali menciptakan julukan ini di mesin pencari google. Namun yang pastinya, julukan ini sedang ngetren dikalangan netizen Indonesia yang bisa dikatakan sangat kritis dan sangat jago mengolah kata.
Bukan Indonesia namanya kalo tidak kreatif dalam memberikan julukan unik terhadap lawan politiknya. Menjelang pemilu 2019 kemarin saja muncul dua julukan keren yaitu kampret dan kecebong yang begitu ngetren kala itu. Bahkan anehnya, setelah pemilu selesai, julukan itu bermetamorfosis menjadi mahluk lain yang bernama kadal gurun dan bani togog, dua julukan yang bisa dikatakan masih ngetren hingga sekarang.
Dan bukan netizen Indonesia namanya kalo ga pinter kasih julukan. Di awal tahun 2020 saja mereka sudah bikin julukan baru di mesin pencari google. Yah, sosok gubernur terbodoh yang sekarang sedang viral ini merupakan sosok baru yang meramaikan jagad perpolitikan di Indonesia.
Sosok ini nampaknya sedang jadi trending topik bagi kalangan netizen layaknya jagung bakar yang masih anget, yang tentunya sangat lezat untuk kita nikmati dengan secangkir kopi.
Bayangkan saja, di setiap kita membuka jejaring media sosial, yang muncul pasti orang-orang yang menjadi korban politik yang terus menggoreng julukan gubernur terbodoh ini. Jadi, bisa dikatakan, hampir sebagian besar rakyat Indonesia jadi ikut terbawa dengan adanya fenomena ini.
Semoga saja, rakyat Indonesia bisa semakin cerdas sehingga tidak ikut terbawa dengan arus perpolitikan ini. Biarkan mereka yang berada di atas yang saling sikut dalam perpolitikan di Indonesia. Kita sebagai rakyat kecil cukuplah menyiapkan rokok, kacang, dan segelas kopi sebagai teman untuk melihat aksi-aksi mereka. Cukup kita menontonnya saja.

