BRALINGHOROR- Selama berabad-abad, para sultan Keraton Yogyakarta menjalin pernikahan mistis dengan Nyai Roro Kidul. Bila kelak sultan perempuan, bagaimana kelangsungan hubungan itu?
Yogyakarta geger. Kabarnya, Sultan Yogyakarta yang akan datang takkan lagi diemban seorang sultan pria. , Sultan Hamengkubuwono X bersabda tentang penetapan nama baru bagi putri pertama Sultan, Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, menjadi Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi Hamemayu Hayuning Bawono Langgeng ing Mataram.
Masalah pun timbul. Sebab, jika benar penerus Sultan Hamengkubuwono X adalah perempuan, bagaimana dengan ritual penobatan yang konon harus pula menjadi suami Ratu Pantai Selatan atau lebih dikenal dengan Nyai Roro Kidul? Siapa sebenarnya Nyai Roro Kidul?
Ada beberapa legenda yang menyatakan bahwa Ratu Kidul ini mulanya adalah putri dari Kerajaan Galuh, sekitar abad 13. Ada pula legenda yang menyebut dia adalah keturunan penguasa Pajajaran. Kemudian ada yang mengatakan dia keturunan Raja Airlangga dari Kahuripan, bahkan masih ada yang mengaitkannya dengan Raja Kediri Jayabaya.
Dikisahkan, Ratu Ayu dari Galuh melahirkan seorang bayi perempuan. Keanehan muncul, bayi perempuan itu bisa bicara dan mengatakan bahwa dia adalah penguasa semua lelembut di tanah Jawa dan akan berdiam di Pantai Selatan. Bersamaan itu pula, roh Raja Sindhula dari Galuh pun muncul dan bersabda bahwa cucunya tersebut tak akan bersuami untuk menjaga kesucian dirinya, dan jika bersuami pun kelak adalah hanya bisa dikawini oleh raja-raja Islam di Jawa.
Ratu Pantai Selatan ini menunggu suaminya hingga dua abad lamanya. Panembahan Senopati, yang memerintah Mataram Islam 1585-1601, pergi ke Pantai Selatan untuk bersemedi memohon petunjuk untuk memenangkan peperangan melawan Sultan Pajang di Prambanan. Konon ketekunannya membuat Laut Selatan bergolak. Istana ratu Pantai Selatan yang berada didasarnya porak poranda karena kekuatan doa Panembahan Senopati.
Ratu Kidul pun keluar sarang, muncul di permukaan lautan. Dia tertegun melihat seorang pemuda gagah tengah bersemedi. Dia langsung jatuh hati dan bersimpuh di kaki Panembahan Senopati. Setelah bercinta tiga hari tiga malam di istana bawah Laut Selatan, ratu Pantai Selatan pun berjanji akan membantu Senopati memenangkan peperangan.
Senopati pun bergegas menuju palagan Prambanan dengan dibantu pasukan arwah dari Pantai Selatan. Panembahan Senopati menang gemilang.
Cucu panembahan senopati, Sultan Agung yang memerintah 1613-1646, membuat tarian bedhaya yang mengisahkan balada cinta kakeknya dengan Ratu Kidul. Saat terjadi palihan nagari pada 1755 , Senopati mendapat bagian bedhaya semang dan keraton Surakarta bedhaya ketawang. Tarian ini menjadi sakral dan wajib saat upacara penobatan raja baru.
Setelah Panembahan Senopati Lengser, NYI Roro Kidul Pun Sempat Menjalin Hubungan Dengan Beberapa Raja Di Pulau Jawa, Termasuk Pernikahan Ghoib Yang Dilakukan Oleh Sri Sultan Hamengkubuwono Ke 1 Sampai Sri Hamengkubuwono Yang Ke 10.
Legenda Pesugihan Nyi Blorong Menurut kepercayaan orang-orang Jawa juga menjadi sebuah kisah mistis. Nyi Blorong adalah bawahan dari Nyi Roro Kidul yang terkecuali jadi panglima tertinggi, juga mempunyai pekerjaan untuk menyesatkan manusia. Penyesatan yang mereka kerjakan yaitu dengan memberi pesugihan atau kekayaan dengan jalan yang sesat. Untuk manusia yang terbawa nafsu, pesugihan nyi blorong ini pasti akan begitu menggiurkan. Dalam pesugihannya itu, Nyi Blorong senantiasa datang ke tempat tinggal orang yang memujanya.
Ia lalu akan memohon si empunya rumah untuk berhubungan badan dengannya di dalam kamar spesial. Dalam kamar itu, si empunya rumah akan lihat Nyi Blorong dalam bentuk gadis cantik, tetapi bila ada yang melihat,maka dia akan berubah menjadi seekor ular raksasa.
Sesudah melakukan ritual berhubungan badan, Nyi Blorong akan pergi dengan meninggalkan sebagian keping emas yang sebenarnya adalah sisik ular miliknya. Sebagai upah dari kekayaan yang diperolehnya dengan mudah.
Paras Cantik NYI Roro Kidul memang menjadi cerita legenda yang turun temurun menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Konon kabarnya, NYI Roro kidul juga selalu mencari tumbal untuk dijadikan pelayan di istananya. Setiap Lelaki Yang terlihat gagah berenang di pantai selatan akan diseret masuk kedalam istananya. Di sana, Nyi roro kidul akan menjadikan lelaki tersebut pelayannya, atau bahkan menjadikan suaminya. Istana NYI Roro kidul yang berada di dasar laut pantai selatan memang menjadi misteri. Kabarnya, NYI Roro kidul memiliki banyak sekali pelayan dari kaum laki-laki pilihan yang menjadi tumbal ganasnya laut selatan. Selain itu, kisah pernikahannya dengan raja-raja besar di pulau Jawa juga menjadi sebuah misteri tentang paras kecantikan Nyi Roro kidul yang sebenarnya.
Selain Itu, dalam legendanya, Sunan Kalijaga Juga dikabarkan pernah menjalin hubungan dengan NYI Roro kidul.
Kisah ini berawal dari sebuah peperangan antara Prabu Siliwangi dan Sunan Kalijaga sebagai utusan dari Sunan Gunung Jati. Awal kisah Prabu Siliwangi yang merupakan Raja Padjajaran tidak menerima dirinya di Islamkan oleh Syeikh Syarif Hidayatulloh sang Raja dari Cirebon. Memang, pada tahun 1400 Masehi terjadi benturan amat hebat antara dua kepercayaan yang sama sama kuat di masyarakat yaitu Islam dan Hindu. Inilah yang menyebabkan perang saudara terjadi antara Prabu Siliwangi yang terkenal sakti mandraguna dengan pasukan dari kerajaan Cirebon.
Dalam peperangan itu, diutuslah Pangeran Arya Kemuning, Dewi Nyimas Gandasari serta Nyimas Roro Kencono Wungu untuk menaklukkan kesaktian Prabu Siliwangi namun ternyata gagal. Akhirnya Sunan Kalijaga diutus oleh pasukan Cirebon untuk menghadapi sang Prabu Siliwangi. Namun lagi lagi, Cirebon pun kalah. Kisah Sunan Kalijaga dengan Nyi Roro Kidul pun berawal dari sini. Nyi Roro Kidul atau yang punya nama Asli Dewi Nawang Wulan.
Dewi Nawang Wulan merupakan anak dari Prabu Siliwangi sendiri dari istri Keduanya, Ratu Palaga . Menurut petunjuk dari Allah Subanahu wata'ala, Sunan Gunung Jati mendapatkan petunjuk untuk menggunakan Tombak Karera Reksa, sebuah tombak sakti milik Nyi Roro Kidul atau Dewi Nawang Wulan. Diutuslah Rayi Kalijaga untuk menemui Nyi Roro Kidul. Kisah Sunan Kalijaga Dengan Nyi Roro Kidul pun dimulai dari sini.
Ketika datang Sunan Kalijaga, perasaan Nyi Roro Kidul kepada sang Sunan semakin kuat. Memang, sejak lama Nyi Roro Kidul menyimpan rasa pada Sunan Kalijaga sehingga pertemuan ini pun berlanjut. Dengan menolak meminjamkan tongkat Sakti Karera Reksa, justru Nyi Roro Kidul meminta untuk mempertemukan dirinya dengan raja Panatagama atau sebutan Raja Cirebon.
Setibanya Nyi Roro Kidul di kerajaan Cirebon, tersenyumlah Sunan Gunungjati. Nampaknya Sunan Gunung Jati sudah tahu isi perasaan Nyi Roro Kidul, beliau sudah tahu mengenai kisah asmara Kisah Sunan Kalijaga Dengan Nyi Roro Kidul. Namun Sunan Kalijaga tak pernah mengetahuinya.
Sunan Gunung Jati kemudian membawa Nyi Roro Kidul ke kaputren, kemudian berbincanglah mereka berdua :
Sunan Gunung Jati kemudian berkata“Wahai putri Prabu Siliwangi, cuma dikau yang dapat menaklukkan kesaktian ayahandamu, pinjamkanlah KaliJaga, pusakamu yang bernama, Tombak Karera Reksa”
Nyi Roro Kidul menjawab dengan rasa takut “Ampun Gusti Susuhunan Panatagama, saya cuma memberi pusaka itu pada suamiku kelak”
Kemudian dengan tertawa kecil, Sunan Gunung Jati, segera berujar pada Kanjeng Sunan Kalijaga : “Wahai Rayi KaliJaga, sebenarnya tidak ada yang lebih mulia terkecuali berdasar pada keagungan Syiar Islam, nikahlah dengannya (Ratu Kidul) atas nama Islam serta bukanlah lantaran nafsu.
Atas perintah sang Guru, sebagai murid yang patuh Sunan Kalijaga pun menerimanya. Kisah Sunan Kalijaga dengan Nyi Roro Kidul pun berlanjut ke jenjang pernikahan. Namun sebelum pernikahan terjadi, Nyi Roro Kidul mengajukan sebuah syarat. Nyi Roro Kidul pun berkata, “Ampun Gusti Panatagama, untuk beberapa penghuni laut Selatan, sangatlah pantang terima seseorang suami tidak ada satu ikatan bathin, saya cuma mau calon suamiku memberi satu masa lalu di hari pernikahannya kelak, berbentuk tasbih Kecubung wulung, yang datang dari laut Merah”.
Sunan Gunung Jati pun segera mengutus muridnya itu untuk memenuhi syarat dari sang Ratu Kidul. Sunan Kalijaga pun segera pergi ke gunung Ciremai, menggerakkan tafakkur serta minta perlindungan pada Allah Subanahu wata'ala. Pada malam ke 4, Kanjeng Sunan, mendapat sebuah isyarat yang tidak diketahui pasti dari mana datangnya, yang menyampaikan bahwa akan tiba seorang yang menuntun untuk temukan di mana “Tasbih Wulung atau kecubung berada”.
Akhirnya dengan ditemukannya Tasbih Kecubung Wulung yang sakti itu (sarana spiritual pembuka aura paling cepat, ketenangan batin, membuka kharisma, aura wibawa, penakluk serta mahabbah paling hebat sampai saat ini) maka kembalilah SUnan Kalijaga menemui Sunan Gunung Jati. Dari sini Sunan Gunung Jati segera melangsungkan pernikahan antara Sunan Kalijaga dan Nyi Roro Kidul.
Setelah resmi menikah, Kisah Sunan Kalijaga dengan Nyi Roro Kidul berlanjut ke peperangan. Tombak Karera Reksa sudah berada di tangan Sunan Kalijaga. Sang Sunan pun bergegas menuju medan perang untuk menaklukkan Prabu Siliwangi yang tak lain adalah mertuanya sendiri.
Pusaka karera Reksa, segera diserahkan pada gurunya Kanjeng Sunan Gunung Jati, lantas pusaka itu oleh sang guru diberi tambahan satu tombak diatasnya (ditancapkan satu tombak) hingga pusaka Karera Reksa yang semula memiliki 7 cabang serta satu Jalu runcing disamping, jadi 9 cabang serta oleh Kanjeng Sunan Gunung Jati, tombak Karera Reksa, dinamakan baru dengan sebutan Pusaka Agung Buana Tombak Nirwana Cakra Langit.
Dengan pusaka Cakra Langit, pada akhirnya Prabu Siliwangi, dapat ditaklukkannya lewat perang tanding sepanjang 7 malam berturut-turut serta tombak Cakra Langit, sendiri pada akhirnya dimusiumkan kembali di keraton laut Pantai Selatan. Itulah dari Kisah Sunan Kalijaga dengan Nyi Roro Kidul yang sebenarnya tujuannya adalah menaklukkan sang Ayah dari Nyi Roro Kidul yaitu Prabu Siliwangi. Meski demikian Nyi Roro Kidul menyadari bahwa kekuasaan ayahnya itu membuat peperangan antar saudara tidak dapat di elakkan lagi.
Itulah kisah balada cinta ratu pantai selatan. Benar atau tidaknya kisah ini, tidak ada yang mengetahui dengan pasti, karena ini hanya sebuah kisah legenda yang wajib untuk kita ketahui.

