BRALINGSEHAT- Pemberian ASI ekslusif memiliki peranan sangat penting dalam membentuk tumbuh kembang serta kecerdasan si buah hati.
Untuk menghasilkan ASI yang berkualitas perlu memperhatikan asupan gizi yang cukup dan tepat supaya dapat menjaga kesehatan ibu dan memperlancar produksi ASI.
Produktivitas ASI pada ibu menyusui di pengaruhi oleh 2 hormon yaitu prolaktin dan oksitosin.
Prolaktin adalah hormon yang membuat sel-sel produksi ASI bekerja secara maksimal sedangkan oksitosin adalah hormon yang memacu refleks pengaliran ASI.
Pemberian ASI ekslusif memiliki peranan sangat penting dalam membentuk tumbuh kembang serta kecerdasan si buah hati.
Untuk menghasilkan ASI yang berkualitas perlu memperhatikan asupan gizi yang cukup dan tepat supaya dapat menjaga kesehatan ibu dan memperlancar produksi ASI.
Produktivitas ASI pada ibu menyusui di pengaruhi oleh 2 hormon yaitu prolaktin dan oksitosin.
Prolaktin adalah hormon yang membuat sel-sel produksi ASI bekerja secara maksimal sedangkan oksitosin adalah hormon yang memacu refleks pengaliran ASI.
Berikut ini Beberapa Tips Yang Wajib Anda Perhatikan Saat Sedang Menyusui.
1. Perhatikan Posisi Menyusui.
Tips menyusui yang paling utama agar Anda dan si buah hati merasa nyaman adalah memperhatikan posisi menyusui. Dilansir dari Livescience, menurut Debbie Pierce, seorang konsultan menyusui di Kaiser Permanente Colorado, para ibu dianjurkan untuk mencoba berbagai posisi menyusui untuk mencegah berbagai masalah yang dapat terjadi pada payudara saat menyusui berlangsung.
Terdapat beberapa posisi dasar menyusui yang dapat Anda coba, di antaranya posisi bersandar, cradle-hold (menimang bayi), cross-cradle hold, posisi tidur miring, dan berbagai posisi lainnya. Yang terpenting adalah Anda perlu memulainya dengan rasa nyaman terlebih dahulu. Sandarkan tubuh Anda pada bantal jika perlu agar Anda semakin nyaman sebelum mulai menyusui.
Secara perlahan, topang kepala bayi hingga sejajar dengan payudara Anda. Sejajarkan mulut bayi mendekati puting dan tempelkan bagian perut bayi ke perut Anda. Begitu posisinya sudah pas, arahkan areola payudara (daerah gelap di sekitar puting susu) Anda ke mulut bayi agar ia bisa menyusui dengan baik. Pastikan keseluruhan areola payudara Anda masuk hingga ke bagian belakang mulut bayi, sehingga lidah dan mulutnya dapat memijat kelenjar susu di payudara Anda.
Posisi terbaik menyusui adalah ketika bagian dagu dan ujung hidung bayi menyentuh payudara Anda. Bila bibir bayi mengarah ke luar saat menyusui, terlihat gerakan berirama di pipi dan rahang, dan terdapat suara menelan, maka dapat dipastikan bayi Anda menyusu dengan nyaman.
Beberapa ahli merekomendasikan agar Anda memancing bayi Anda untuk membuka mulutnya terlebih dahulu sebelum menyusui. Jadi, proses menyusui akan terasa alami tanpa harus memaksa bayi Anda untuk mulai menyusu. Caranya adalah dengan menggelitik bibir bawah bayi dengan puting susu Anda sampai mulut bayi terbuka lebar. Dengan demikian, Anda menjadi tahu apakah bayi Anda memang merasa haus atau tidak.
2. Perhatikan Waktu Yang Tepat Untuk Menyusui Si Bayi.
Tips menyusui yang kedua adalah pahami waktu-waktu si kecil ingin menyusu. Selama beberapa minggu pertama, sebagian besar bayi yang baru lahir akan rutin menyusui setiap dua hingga tiga jam. Pada waktu-waktu ini Anda bisa memperhatikan tanda-tanda awal si kecil merasa lapar dan ingin menyusui, seperti terlihat gelisah, ada gerakan mengisap, dan gerakan bibir.
Usahakan bayi Anda menyusui pada kedua payudara Anda secara bergantian. Biarkan bayi Anda menyusui dari sisi pertama payudara terlebih dahulu, sekitar 15 sampai 20 menit sampai payudara Anda terasa lebih lembut. Jika sudah dirasa cukup, sendawakan bayi secara perlahan untuk mengeluarkan gas di perutnya.
Setelah itu, coba tawarkan sisi payudara yang satunya. Bila si kecil masih lapar, maka ia akan kembali menyusu. Namun bila tidak, mulailah sesi menyusui selanjutnya dengan payudara kedua. Yang terpenting adalah ikuti kapanpun kemauan bayi untuk menyusu.
3. Perbanyak Makan Cemilan Yang Menyehatkan.
Siapkan banyak makanan camilan sehat bila Anda mau. Granola bar, buah-buahan, coklat atau makanan berenergi apapun. Pilih snack yang sehat ya, Mom.
Hindari makanan instant yang mengandung MSG dan tinggi kadar garam. Camilan sehat membuat Anda tidak mudah lapar dan jauh dari stres.
4. Memijat Payudara.
Anda bisa meminta tolong saudara atau memanggil tukang pijat ke rumah untu memberikan pijatan yang menyehatkan serta meredakan kelelahan tubuh Anda. Setelah melahirkan, tubuh Anda membutuhkan banyak sentuhan lembut untuk penyembuhan dan regenerasi.
5. Tidurlah Saat Si Bayi Tertidur.
Selama 6 minggu atau lebih, tidurlah bersama bayi saat ia sedang tidur. Sekali lagi, ini juga membangun ikatan antara ibu dengan si kecil. Manfaatnya adalah menambah produksi air susu, mengurangi stres, menambah energi dan mood Anda.
6. Rencanakan Waktu Menyusui.
Sebelum ibu melahirkan, bicarakan dengan atasan di kawasan ibu bekerja mengenai rencana untuk terus menyusui ketika ibu kembali bekerja. Pembicaraan itu ialah mengenai kawasan pribadi dimana ibu dapat memompa ASI ketika sedang bekerja. Ini mungkin hal gres dalam budaya kita, tapi banyak ibu dapat terus menyusui bayi dengan ASI meskipun telah kembali bekerja, dan yakinlah ibu juga bisa.
7. Rutin Memompa ASI.
Selain kawasan menyusui di kantor, ibu juga harus mulai memompa ASI beberapa ahad sebelum kembali masuk kerja. Beberapa dikala setelah menyusui di pagi hari ialah dikala yang tepat, alasannya dikala itulah suplai asi cenderung terbanyak. Ibu juga bisa memompa ASI di satu sisi payudara sementara sisi yang lain untuk menyusui bayi (banyak perempuan memiliki kemampuan multitasking ini). Dengan begitu ibu akan mulai terbiasa untuk memompa, dan memiliki persediaan ASI yang cukup banyak.
7. Gunakan Peralatan Menyusui.
Saat ini telah tersedia banyak peralatan yang telah dirancang khusus untuk memudahkan ibu memompa ASI. Seperti pompa asi (elektrik dan manual), tas pompa asi, microwave steamer (untuk mensterilkan peralatan hanya dalam beberapa menit), Tas ASI, dan lainnya.
8. Cari Posisi Nyaman Saat Menyusui.
Nyeri pada puting atau lecet sering terjadi karena bayi belum dapat menghisap dengan baik. Cari posisi yang pas dan nyaman bagi ibu dan bayi saat menyusu. Jika bayi hanya mengisap puting susu dan tidak di bagian aerola dapat membuat puting lecet.
Saat mulut bayi menghisap bagian aerola dan puting, bayi memperoleh kolostrum yang sangat penting. Jika bayi belum dapat menghisap dengan baik, bantu si kecil dengan memperbaiki posisi mulutnya di payudara.
9. Jaga Pola Makan Dan Makanan Yang di Konsumsi.
Jagalah pola makan anda dengan teratur agar kesehatan anda tetap terjaga. Jangan lupa untuk memilih makan yang bergizi untuk di konsumsi, agar kebutuhan gizi si kecil juga tercukupi, sehingga bayi akan tumbuh sehat dan kuat.
Nah, itulah beberapa tips yang harus anda perhatikan saat ibu sedang menyusui. Jagalah kondisi kesehatan anda, agar asi yang di produksi tetap lancar.

