JAKARTA- Ormas FPI nampaknya sulit menerima takdir bahwa pada Pilpres 2019 Prabowo- Sandi sudah dinyatakan kalah.
Aksi mereka yang dilakukan Berjilid-jilid, nampaknya menjadi bukti nyata bahwa mereka kurang percaya dengan kuasa Allah. Kalo Allah belum berkehendak bahwa bapak Prabowo jadi presiden, mau jungkir balik, mau demo berjilid-jilid, berlarut-larut sampai tahunan tidak pulang, tetap saja Prabowo tidak akan jadi presiden, karena Allah memang belum berkehendak dan belum memepercayakan bangsa ini pada bapak Prabowo.
Kalolah mereka mengatasnamakan agama, harusnya mereka juga faham, bahwa agama Islam juga mengajarkan untuk percaya dengan takdir. Bahkan, percaya dengan takdir merupakan rukun iman yang ke enam. Namun, nampaknya mereka terus memaksakan kehendak supaya Prabowo jadi presiden.
Kalo seperti ini cara yang mereka lakukan, nampaknya para anggota FPI harus lebih bisa besabar menerima takdir. Meski takdir itu terkadang menyakitkan, harusnya FPI bisa bersabar menerima kenyataan pahit ini. Meski pahit bukan main, FPI harus bisa tersenyum menerima kekalahan, apalagi FPI di isi oleh laskar pemberani, jadi pasti malu kalo terus merengek meminta Prabowo jadi presiden.
Ormas FPI merupakan ormas besar. jadi
Sangat disarankan kalo mereka sedikit legowo menerima takdir. Mau dibelain seratus hari tidak makan, tidak pulang, bahkan mau jalan kaki ribuan kilometer demi memohon Prabowo jadi presiden, namun kalo Allah sebagai Zat yang mengatur seluruh alam ini belum mengizinkan Prabowo menang, ya pasti berat, berat sekali, bahkan mustahil.
Jadi, bersabarlah para ormas FPI. Kalo hidup ini terus indah, kapan kita akan mengingat Allah? Kalo apa yang selalu kita inginkan selaku didapatkan, kapan kita akan meminta kepada Allah? Belajarlah jadi Ormas yang sabar, karena Sabar merupakan sikap seorang muslim sejati.

