-->

Iklan

close
Banner iklan disini

Notification

×
close
Banner iklan disini
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Translate

Iklan

Kisah Seorang Pendaki Yang Hilang Dan Misteri Ratu Anjani di Gunung Rinjani

, Juli 22, 2019 WIB

Kisah Siti Maryam Seorang Pendaki Yang Hilang Dan Misteri Ratu Anjani Di Gunung Rinjani

BRALINGHOROR-Siti Mariam terpisah dari rombongannya saat turun dari puncak gunung  Rinjani hari Minggu  (30/7/2017). Selama tiga hari tersesat sebelum akhirnya ditemukan warga.

Siti Mariam tidak pernah menyangka akan mengalami peristiwa yang akan selalu diingatnya. Dia berjuang agar bisa tetap selamat dari ganasnya medan gunung Rinjani. Keyakinan yang kuat untuk dapat menemukan jalan  memberinya semangat untuk dapat bertahan dan terus berjalan turun naik jurang hingga mendapatkan pertolongan warga yang ditemuinya.

Siti begitu kagum menikmati pemandangan dari puncak gunung Rinjani. Kekagumannya itu membuatnya ingin berlama-lama di puncak gunung berapi ini. Apalagi Siti, sudah sejak lama ingin menaklukkan puncak Rinjani. Namun kondisi cuaca tidak memungkinkannya berlama-lama di puncak Rinjani. Bersama 27 orang rekannya, wanita berusia 29 tahun asal Cakung, Jakarta Timur itu lalu turun dari puncak.

Rombongan ini beriringan turun. Sampai di leter S, Siti  ingin buang air kecil. Dia lalu menuju semak belukar di dekat jalur turun ke Pelawangan dan menitipkan barang-barangnya berupa tas, ponsel dan lainnya pada rekannya.  Dia lalu meminta rekan-rekannya melanjutkan perjalanan dan akan menyusul setelah buang air  kecil.

Begitu selesai buang air kecil, Siti bermaksud menyusul rekan-rekannya. Namun rupanya ia salah mengambil jalur hingga tersesat ke jalur tebing yang  terjal berupa bebatuan  dan pasir.

Sadar tersesat, Siti berusaha kembali ke jalur  awal dengan menaiki tebing. Namun ia terperosok ke bawah hingga tidak ada pilihan lain kecuali menuruni tebing.

Tidak memiliki pilihan, Siti terpaksa harus terus menuruni tebing-tebing terjal. Terlebih dilihatnya ada  tanah lapang di bawah. Namun setelah sampai di bawah ternyata bukan tanah lapang yang didapati  melainkan tebing. Dia  berusaha mencari jalan agar bisa menuruni tebing tersebut guna  menemukan jalan untuk kembali ke track turun ke Sembalun.

Pada hari  pertama ia tersesat, Siti mengaku sempat mendengar rekan-rekannya memanggil dari kejauhan namun dia tidak bisa melihat dan terhalang gunung dan bukit. Siti berusaha menjawab panggilan rekan-rekannya dari dasar tebing akan tetapi mereka tidak mendengarnya.

Siti terus berjalan dengan menapaki jalan yang bisa dilalui dengan menuruni atau menaiki tebing untuk berusaha mencari jalan agar dapat menemukan teman-temannya. Dia terus berjalan mengikuti instingnya. Saat malam gelap, ia berjalan mengikuti petunjuk bunga edelweis yang terang dan memantulkan cahaya saat malam hari dengan tanpa arah dan tujuan yang jelas. Saat Malam itu juga, Siti Mendengar Rintihan Seorang Wanita yang sedang menangis, namun saat Siti mencoba mendekati, tiba tiba saja suara tersebut hilang seketika.

Tidak kenal putus asa, ia akhirnya terus melangkahkan kakinya  tanpa tidur sedetikpun selama dua hari dua malam. Berjalan menelusuri tebing-tebing terjal tanpa menggunakan sepatu. Siti juga merasa heran karena sepatu Siti terlepas sendiri, sehingga selama tiga hari perjalanan sama sekali Siti tidak memakai sepatu atau sandal.

Pada hari kedua dalam usahanya mencari jalan untuk turun ke Sembalun, Siti melihat dari kejauhan ada sosok orang berpakaian putih berjalan mendaki. Dia berusaha mendekati orang tersebut. Namun setelah berjalan cukup jauh rupanya di depannya tebing menghadang.

Sosok Berbaju Putih Tersebut Kemungkinan Merupakan Sosok Penunggu di Gunung Rinjani. Gunung Rinjani yang begitu angker, karena di duga di huni oleh beberapa mahluk halus dari bangsa jin membuat Siti terus berjalan supaya bisa segera keluar dari gunung Rinjani.

Lapar dan haus sudah tidak lagi tertahankan. Siti berusaha untuk dapat menemukan sumber air. Siti yang tiba-tiba  melihat pancuran air berusaha mendekati,  berharap bisa dapat air untuk minum serta mengambil air wudhu untuk dapat melaksanakan sholat. Namun setelah mendekat ternyata pancuran tersebut tidak ada. Sehingga menganggap itu hanya sebuah tipu daya dari jin penunggu gunung Rinjani.

Setiap malam,  Siti juga melihat lampu senter dari para pendaki dan berusaha  mendekatinya namun lagi-lagi terhalang tebing curam yang tidak dapat dilalui.  Setelah berjalan kembali, dia melihat cahaya dari kejauhan. Dia meyakini itu pemukiman warga Sembalun.  Siti lalu menuju arah cahaya itu, namun lagi-lagi saat di dekati, cahaya tersebut hilang begitu saja. Dan Justru terdengar suara bisikan aneh yang berada sangat dekat sekali dari Siti. Namun, Siti tak menghiraukan Suara tersebut, karena menganggap itu hanya suara angin.

Pada malam ketiga, siti sudah begitu lelah dan letih serta rasa kantuk yang sudah tak lagi tertahankan. Dengan perut keroncongan dan tenggorokan yang kering, Siti tertidur di semak di sebuah  tebing. Saat tidur ia mengaku sempat mendengar  percakapan dua orang perempuan. “Salah satu dari mereka meminta saya diperiksa apakah saya masih hidup atau sudah mati. bahkan, Siti juga sempat melihat sesosok makhluk hitam yang begitu menakutkan saat ia terbangun karena rasa dingin yang menembus jaket, sehingga membuat Siti susah untuk tertidur.

Siti kemudian melanjutkan perjalanan, dengan langkah gontai lantaran lelah serta haus dan lapar, dia terus berjalan. Namun semangat hidup masih tetap menyala hingga berusaha ia mengayunkan langkah untuk segera dapat menemukan pertolongan. Namun, lagi-lagi Siti melihat sebuah mahluk dengan sosok sebuah wanita, Siti pun terkejut dengan adanya sosok wanita tersebut. Namun tak lama kemudian, wanita tersebut menjauh, dan Siti berusaha untuk mengejarnya, sampai akhirnya Siti menemukan ada sapi dan melihat sebuah padang savana dari atas. Siti kemudian turun dengan mengikuti jejak kaki sapi dan kotorannya,” terangnya.

Kemudian pada hari Rabu, sekitar pukul 07.30 WITA ia sampai padang savana tempat penggembalaan sapi warga Sembalun yang dinamakan Ngabangan. Terletak antara pos satu dan pos dua atau sekitar 6 km dari puncak Rinjani.       

Dari kejauhan ia melihat seseorang duduk dengan posisi membelakanginya. Sepontan ia teriak sekuat tenaga meminta pertolongan. Rupanya suaranya didengar oleh  orang yang bernama Suhalwadi alias Amaq Abing, warga Sembalun Lawang yang kebetulan sedang mengecek sapinya. Dia kemudian mendekati Siti dan menanyakan kondisinya. Siti kemudian mengaku sudah tiga hari tiga malam tidak makan dan minum.

Siti sempat menanyakan ada air dan makanan yang bisa dimakan karena sudah tidak tahan lagi. Kemudian Suhalwadi memberikan air yang ditampung dengan jeriken.  Saking hausnya setengah jeriken langsung habis diminumnya.

Sahalwadi lalu membawa Siti menuju sepeda motornya yang berjarak sekitar 1,5 km. Dengan dibonceng sepeda motor akhirnya sampai di Sembalun dan langsung dilarikan ke Puskesmas. Menurut Warga Sekitar Gunung Rinjani, Apabila seorang pendaki tersesat, konon ia sedang berada di alam ghoib, sehingga ketika Siti berteriak, tidak ada yang mendengarnya.

Mitos Ini sendiri memang begitu di kenal oleh masyarakat sekitar gunung Rinjani. Bahkan Masyarakat sekitar mempercayai, bahwa sosok perempuan yang menampakan diri dan menunjukan jalan pulang kepada Siti, merupakan sosok Dewi Anjani, yang konon menjadi penghuni gunung tersebut, bahkan ratu Anjani juga memiliki istana megah di Gunung Rinjani.

Memang, beberapa pendaki Di Gunung Rinjani juga sempat ada yang mengatakan, bahwa mereka sempat melihat sebuah istana megah di dekat puncak gunung, namun setelah di dekati, istana tersebut tidak ada, dan hanya terhampar sebuah tanah yang datar yang cukup luas. Kejadian yang mereka alami tentu membuat mereka kebingungan, karena mereka meyakini bahwa ada sebuah istana di gunung Rinjani.

Benar Tidaknya Mitos ini tentu tidak ada yang mengetahui dengan pasti. Namun,  masyarakat sekitar gunung Rinjani  sendiri begitu mempercayai kisah legenda di gunung Rinjani yang konon begitu mistis dan menyeramkan.
Komentar

Tampilkan

  • Kisah Seorang Pendaki Yang Hilang Dan Misteri Ratu Anjani di Gunung Rinjani
  • 0