BRALINGHOROR- Kisah Kuntilanak yang merupakan hantu wanita berambut panjang ini sering menjadi sebuah perbincangan hangat. Konon, Kuntilanak yang merupakan arwah dari seorang perempuan yang memiliki dendam kepada kaum laki-laki, membuat arwah sang Kunti terus bergentayangan.
Cerita mengenai sosok kuntilanak memang tak ada habisnya, seperti juga kisah Kuntilanak perawan yang satu ini. Namanya adalah Marni, seorang gadis desa yang begitu cantik dan seksi. namun kisah cinta yang dialami Marni begitu mengenaskan.
Kisah cintanya dengan Parman berakhir di dalam sebuah pemakaman. Marni yang tak direstui oleh orang tuanya karena menjalin cinta dengan Parman, akhirnya nekat gantung diri di sebuah pohon Beringin. Sosok Marni yang ingin sekali menikah dengan Parman, membuat Marni tak tenang di alam nya. Marni pun bergentayangan menghantui warga desa Sidomakmur, Kecamatan Rawamas Kutai Kartanegara.
Sosok Marni Sering Menampakan dirinya di atas sebuah pohon sambil membelai rambutnya yang lurus dan panjang. Suara rintihan dan suara tertawanya yang melengking, sering membuat warga ketakutan. Marni Yang masih perawan mencoba mengejar para perjaka di desa Rawamas. Marni yang sudah kebelet menikah membuatnya menjadi kuntilanak yang super genit.
Tak jarang pula, ia membonceng pengendara sepeda motor yang melintas sendirian. Marni yang selama hidupnya belum pernah merasakan yang namanya jaran goyang, membuat Marni sering menggaruk- garuk bagian bawah rambutnya. Marni sang Kuntilanak nampaknya sudah tak tahan dengan ajian jaran goyang para perjaka di kampung Rawamas.
Namun malang bagi kuntilanak si Marni, setiap kali Marni berjumpa dengan lelaki perjaka, justru Marni ditinggal pergi oleh mereka. Suatu hari di malam Jum'at Kliwon, Marni yang merasa kedinginan mendatangi rumah seorang perjaka, namun tak disangka, perjaka tersebut sudah tertidur pulas, sehingga Marni mengurungkan niatnya, dan memilih pulang ke kuburan.
Sejak saat itu, Marni menjadi lebih galau dengan apa yang ia rasakan. Sebagai Kuntilanak perawan, Marni merasa bahwa dirinya berhak mendapatkan belaian dari lelaki perjaka. Namun nasi sudah menjadi bubur. Marni yang sudah menjadi kuntilanak, justru hanya di dekati oleh makhluk dari sesama jin.
Dia adalah kakek pocong. Pocong yang sering menggoda Marni merupakan Duda tua berumur 75 tahun yang meninggal akibat terlalu banyak meminum obat kuat, sehingga akhirnya overdosis dan meninggal. Marni pun sedih kepayang, karena terus dirayu oleh sang kakek pocong.
Kakek pocong nampaknya juga merasa kesepian karena di kuburan, ia hidup sendirian tanpa pendamping. Sang kakek pocong yang mengetahui bahwa Marni sang kuntilanak sedang galau karena penasaran dengan ajian jarang goyang, membuat kakek pocong terus mengikuti sang Kunti kemana ia pergi.
Suatu Ketika, Sang Kunti yang sedang menangis karena kesepian, membuat sang kakek pocong mencoba mencari kesempatan. Sang kakek pocong mengajak jalan jalan mba Kunti keliling desa dengan naik keranda. Namun mba Kunti yang marah, justru pergi ke sebuah pohon besar. Di sana mba Kunti justru menangis sekeras-kerasnya, sambil membelai rambutnya yang sudah acak-acakan.
Mba Kunti seolah merasa hidupnya sudah hancur. Ingin merasakan sesuatu yang legit, justru malah dapetnya yang pahit. Mba Kunti akhirnya galau setengah mati.Ia merasa ingin gantung diri untuk kedua kalinya. Tapi mba Kunti yang sudah mati, pasti Takan mati untuk kedua kalinya.
Mba Kunti terlihat begitu depresi berat, terkadang lantunan jerit dan suara tertawanya meredup mulai tak terdengar. Nampaknya, hati mba Kunti benar benar hancur, akibat menjadi kuntilanak perawan. Setiap malam mba Kunti selalu sendirian di atas pohon, ia menatap indahnya bintang di langit, sambil mengingat kisah semasa hidupnya. Marni yang dulu selalu di puja oleh kaum lelaki, justru harus mati dalam keadaan perawan. Bisa dibilang, sosok mba Kunti merupakan hantu paling galau di jagat dunia ghoib.
Selam hidup dan selama mati, hanya Marni lah satu satunya kuntilanak yang masih perawan. Kisah Marni pun begitu populer di alam ghoib, sampai suatu waktu, banyak yang berkunjung ke kuburan mba Kunti untuk menanyakan statusnya tersebut. Bukanya mendapat simpati dari rekan sesama hantu, mba Kunti justru diledek oleh rekannya tersebut.
Mba Kunti justru di ejek sebagai perawan tua. hati mba Kunti semakin sakit bukan kepalang. apa yang di alami mba Kunti begitu menyiksa batinnya. Sebagai Kuntilanak perawan, bukanya dicarikan jodoh, mba Kunti justru terus di bully oleh rekannya di alam ghoib.
Disuatu malam, mba Kunti yang hatinya sudah begitu remuk, akhirnya memilih untuk pergi ke rumah kosong di desa sebelah. Di sana ia menghabiskan malamnya dengan tangisan dan raungan mba Kunti yang menggelegar. Bahkan dunia Ghoib pun geger dengan apa yang dilakukan Kunti tersebut.
Setelah Menangis semalaman, mba Kunti pun tertidur pulas akibat kehabisan tenaga dan air matanya, setelah terlalu lama menangis. Hingga akhirnya, karena begitu lelahnya menangis, mba Kunti lupa untuk pulang. Dan ketika matahari terbit dari arah timur, mba kunti yang sudah tak bisa lagi pulang ke kuburnya akhirnya musnah akibat sinar matahari yang membuat kisah kesedihan kuntilanak perawan pun berakhir dengan terbitnya matahari tersebut.

