BRALINGDESA-Desa Lamuk berada di wilayah Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Desa yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Kaligondang ini memiliki jumlah penduduk sebayak 3.890 jiwa, dengan jumlah rumah yang terdaftar sebanyak 1.023 rumah.
Desa Lamuk sendiri memiliki sejarah yang sangat menarik untuk kita bahas, terutama mengenai asal usul desa Lamuk yang bisa dikatakan cukup unik, sehingga membuat sejarah berdirinya desa Lamuk wajib untuk kita ketahui bersama.
"ASAL-USUL BERDIRINYA DESA LAMUK"
Nama Desa Lamuk sendiri berarti putih, bersih, bersinar dan bercahaya. Menurut cerita rakyat sendiri, pada zaman dahulu ada seseorang yang bernama Karta yang berasal dari Yogyakarta, orang tersebut berkelana dengan tujuan untuk menimba ilmu matahari, atau Indra keenam kepada Kanjeng Syeikh Maghribi.
Untuk menuntut ilmu tersebut dibutuhkan waktu 30 hari, dengan mengikuti perjalanan matahari mulai dari terbit hingga terbenam. Namun berkat ridho Allah SWT, Karta sudah mendapatkan ilmu Indra keenamnya pada hari ke 29, di sebuah bukit yang kini di sebut dengan bukit Indrakila, dengan pertanda keluar darah dari matanya.
Setelah Karta mendapatkan ilmu matahari, atau Indra keenam tersebut, Aulia Syaikh Maulana Maghribi memberikan gelar Karta menjadi Wangsa Karta. Ilmu matahari atau Indra keenam yang diperoleh Wangsa Karta tersebut diperintahkan supaya digunakan menjadi "Killa" yang berarti dekat, "dekat dengan sang maha pencipta". Artinya kalau orang di daerah tersebut ingin selamat dunia akhirat maka harus berahlakul karimah dan dekat dengan Allah SWT. Sehingga munculah nama bukit di Desa Lamuk yang disebut oleh Wangsa Karta sebagai bukit Indrakila.
Wangsa Karta juga memberikan nama daerah tersebut dengan Lamuk agar orang yang tinggal di daerah tersebut suci dan bersih. Wangsa Karta sendiri memberikan nama desa Lamuk pada hari Selasa, 9 September 1525 Masehi, dan memberikan nama bukit Indrakila pada 9 Desember 1530 Masehi.
Kemudian pada tahun 1947 sudah mulai ada pemilihan Kepala Desa. Kepala Desa yang pertama adalah Bapak Martawiredja yang menjabat Kepala Desa sejaka tahun 1947 sampai dengan 1986, beliau menjabat sebagai kepala desa selama 39 tahun. Kepala Desa yang Kedua adalah Bapak Mikun Hadijono yang menjabat menjadi kepala Desa sejak tahun 1986 sampai 1994, beliau hanya menjabat 8 tahun.
Mayoritas penduduk Desa Lamuk sendiri berprofesi sebagai petani, dengan Padi merupakan sumber utama hasil pertanian di Desa Lamuk.
Itulah tadi sedikit asal-usul mengenai berdirinya desa Lamuk yang berada di Kecamatan Kejobong. Semoga bermanfaat.
Kemudian pada tahun 1947 sudah mulai ada pemilihan Kepala Desa. Kepala Desa yang pertama adalah Bapak Martawiredja yang menjabat Kepala Desa sejaka tahun 1947 sampai dengan 1986, beliau menjabat sebagai kepala desa selama 39 tahun. Kepala Desa yang Kedua adalah Bapak Mikun Hadijono yang menjabat menjadi kepala Desa sejak tahun 1986 sampai 1994, beliau hanya menjabat 8 tahun.
Mayoritas penduduk Desa Lamuk sendiri berprofesi sebagai petani, dengan Padi merupakan sumber utama hasil pertanian di Desa Lamuk.
Itulah tadi sedikit asal-usul mengenai berdirinya desa Lamuk yang berada di Kecamatan Kejobong. Semoga bermanfaat.

