-->

Iklan

close
Banner iklan disini

Notification

×
close
Banner iklan disini
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Arsip Blog

Translate

Iklan

Menyedihkan ! Setelah di Perkosa, Gadis ini Rela Berhenti Makan dan Minum Hingga Meninggal Dunia

, Juni 07, 2019 WIB

Menyedihkan, setelah di Perkosa, gadis ini berhenti makan dan minum hingga meninggal dunia

BRALINGNEWS- Seorang remaja yang mengalami trauma setelah menjadi korban pemerkosaan di masa mudanya dilaporkan meninggal karena menolak makan dan minum.

Meninggalnya Noa Pothoven dilaporkan bukan kesalahan orangtuanya. Melainkan dia sendiri yang sengaja membuat dirinya kelaparan untuk "membebaskannya dari penderitaan".

Noa menjadi terkenal setelah menulis buku berjudul Winnen of Leren. Berisi pergumulannya dengan anoreksia, depresi, dan post-traumatic stress disorder.

Dia dilaporkan meninggal pada Minggu (2/6/2019). Sebelumnya, dia mengunggah sebuah status terakhir di Instagram bahwa dia telah "kehilangan gairah untuk hidup".

Dalam keterangan tertulis, Menteri Kesehatan Belanda Hugo de Jonge memberikan klarifikasi bahwa remaja berusia 17 tahun itu meninggal setelah meminta eutanasia.

"Kami menghubungi keluarganya untuk memberi pernyataan bahwa berbeda dengan laporan media, dia tidak menjalani eutanasia," kata Jonge dilansir AFP Rabu (5/6/2019).

Baca Juga : Heboh! Seorang Pemancing Tewas di Dekat Sidat Sepanjang 3 Meter

Kabar kematiannya mulai diberitakan media Belanda pada Senin (3/6/2019). Narasi yang beredar, dia menghubungi Levenseindekliniek di Den Haag yang dikenal khusus melakukan eutanasia.

Di klinik itu, Noa sempat meminta kemungkinan melakukan eutanasia. Namun permintaannya ditolak hingga media internasional melaporkan dia sudah dieutanasia.

Kabar itu sempat menjadi tajuk utama media di Italia serta viral di Polandia hingga kementerian di Belanda merasa perlu untuk menjernihkan kondisinya.

Jonge menjelaskan dia sudah menginstruksikan Inspektorat Kesehatan dan Kepedulian Pemuda untuk menyelidiki secara serius kabar yang beredar.

Levenseindekliniek juga merilis pernyataan resmi untuk membantah pemberitaan palsu yang sudah telanjur beredar berdasarkan keterangan dari rekan Noa.

Belanda merupakan satu dari sedikit negara yang memberi bantuan bunuh diri secara legal bagi warga berusia di atas 12 tahun. Namun eutanasia juga bisa berlaku bagi anak berusia 12 tahun.

Baca Juga : Polisi Sebut Pelaku Bom Kartasura Merupakan Jaringan ISIS

Dikutip Daily Mirror, eutanasia bagi anak usia 12 tahun bisa dilakukan melalui kondisi khusus dan sangat ketat. Seperti kondisi fisik maupun mental pasien sudah tak memungkinkan.

"Levenseindekliniek berurusan secara eksklusif dengan eutanasia dan melakukannya secara eksplisit dalam kerangka hukum Belanda," ujar klinik dalam keterangan resminya.

Noa telah mengumumkan niatnya untuk mengakhiri hidup beberapa hari sebelum dilaporkan meninggal di akun Instagram yang kini dikabarkan sudah dihapus.

"Saya sempat ragu apakah saya harus membagikan ini. Namun kini saya sudah memutuskannya. Biar saya perjelas: dalam 10 hari ke depan saya akan mati," tulis Noa

Dalam unggahannya itu, Noa menyatakan dia memutuskan untuk berhenti makan dan minum setelah menjalani banyak diskusi. Dia melakukannya karena sudah tak tahan dan kehilangan gairah untuk hidup.

Baca Juga : Serakah! Seorang Pengusaha Asal China Tega Cabuli 25 Gadis Seksi Yang Masih Dibawah Umur

Dia menjadi terkenal setelah meluncurkan buku otobiografi pada 2018 lalu yang mengisahkan pengalamannya bergumul dengan kesehatan mental, dan sempat membuatnya beberapa kali mencoba bunuh diri.

Traumanya terjadi ketika di usia 11 tahun, dia mengalami pelecehan seksual. Pada umur 14 tahun, dua orang pria memperkosanya di lapangan di kota Arnhem.

Dalam buku yang ditulisnya, dia mengaku sangat takut untuk mengaku kepada orangtuanya. "Saya sangat takut sekaligus sangat malu," kata Noa kepada harian De Gelderlander saat itu.

Noa yang sudah kelihatan lemah menuturkan, dia menulis buku karena berharap bisa menembus stigma yang melekat. "Saya berharap kisah saya bisa menjadi contoh," ucapnya.

Dia mengklaim tanpa sepengetahuan orangtuanya, dia pergi ke sebuah klinik dan meminta supaya diperbolehkan bunuh diri. Namun permintaannya ditolak.

Noa mengaku saat itu klinik memberitahunya bahwa dia masih terlalu muda. Bahkan, klinik sempat menyarankannya untuk mencari pengobatan guna memulihkan traumanya.

Noa berharap, kisahnya bisa menjadi sebuah inspirasi bagi wanita di seluruh dunia bahwa menjaga kesucian merupakan sebuah hal yang sangat penting. Disaat wanita lain bergembira melakukan seks bebas dengan kekasihnya, Noa justru harus berjuang menahan derita dan trauma karena kehilangan kesuciannya.

Baca Juga : Saat Open House 3 Warga Negara Asing Rela Kepanasan Demi Bertemu Jokowi

Komentar

Tampilkan

  • Menyedihkan ! Setelah di Perkosa, Gadis ini Rela Berhenti Makan dan Minum Hingga Meninggal Dunia
  • 0